Jurnalpantura.id, Kudus – Puluhan warga RW 4 Dukuh Sampet, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, menggeruduk balai desa setempat lantaran protes kebedaraan kandang ayam yang dianggap menggganggu lingkungan.
Para warga tersebut meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungsari untuk menutup kandang ayam yang berada di RW 4 Dukuh Sampet, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus tersebut.
Keberadaan kandang ayam disebut telah mencermari lingkungan warga, seperti mengeluarkan bau tidak sedap, dan juga menimbulkan banyak lalat.
Dari pantauan di lapangan, Rabu (15/3/2023), warga yang datang ke balai desa tersebut membawa tulisan berisikan protes serta ribuan lalat yang telah ditangkap.
Beberapa tulisan yang dibawa warga, seperti ‘kandang hartamu kandang derita kami’. Ada juga tulisan ‘Ora rumongso ingon laler, tapi kerep ngudoh laler…pikirkan dampaknya pada wargamu’ (tidak pernah merasa budidaya lalat, tetapi kerap panen lalat).
Lalu, ada pula yang membawa tulisan ‘telek pitekmu nyemplung kopi ku (kotoran ayam mu masuk ke dalam kopi ku, red)’. Kemudian, tulisan yang paling mewakili suara protes warga yaitu ‘tutup saja kandangmu sehatkan kembali lingkungan kami’.
Salah satu warga RT 3/RW 4 Desa Kedungsari, Muhammad Ashlih (38) menjelaskan, jarak antara kandang ayam ke pemukiman hanya berjarak 30 meter. Jadi kandang berdampak ke warga, seperti bau tidak sedap, dan juga banyaknya lalat masuk ke rumah-rumah.
“Jarak minimal antara pemukiman dan pagar terluar dari kandang itu 500 meter. Ternyata di tempat kami cuma 30 meter. Kita semua datang ke sini itu untuk meminta menutup dua kandang ayam yang ada di RW 4 Desa Kedungsari,” imbuhnya.
Pihaknya mengungkapkan, sebelumnya warga sudah pernah melakukan tuntutan kepada pemilik kandang melalui pemdes. Namun, belum ada tanggapan pasti hingga beberapa tahun. Dari pemilik kandang sendiri pun sampai dengan saat ini belum ada kejelasan yang pasti.
“Tahun-tahun sebelumnya sebenarnya sudah ada protes. Tetapi hanya bersifat pengajuan tanda tangan ke pemerintah desa. Tapi ternyata tidak ada tanggapan sampai beberapa tahun, dan ini merupakan puncak dari kekecewaan warga RW 4 Desa Kedungsari,” ujarnya. (J05/A01)










