Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Desa (Pemdes) Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus mencatat jumlah warga terdampak bencana banjir yang mengungsi di Posko Balai Desa Jati Wetan sebanyak 233 jiwa, per hari Minggu (1/01/2023).
Sejumlah pengungsi tersebut berasal dari tiga dukuh terdampak banjir yang ada di Desa Jati Wetan, yakni Dukuh Tanggulangin, Dukuh Gendok, dan Dukuh Barisan.
“Ada juga pengungsi dari warga Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, berjumlah 7 jiwa yang mengungsi di sini juga,” ujar Kepala Desa Jati Wetan, Agus Susanto, Minggu (1/01/2022).
Pihaknya menyebut, kondisi banjir masih belum bisa diperkirakan kapan surut, mengingat kondisu cuaca yang masih tidak menentu. Bahkan, pada hari ini, ketinggian genangan air banjir meningkat hingga 30-150 sentimeter.
Sedangkan untuk jumlah rumah yang terendam banjir mencapai sekira 150 rumah.
“Ini tiap hari meninggi, setiap hari ada pengungsi yang datang, dari hari Sabtu (31/01/2022) kemarin sudah ada yang mengungsi,” tuturnya.
Agus menyebut, kebutuhan logistik untuk hari ini dikatakan aman. Namun, untuk kebutuhan hari besok, menurutnya belum bisa mencukupi. Sebab, tiap hari setidaknya menyediakan 2500 bungkus nasi untuk para pengungsi, untuk mencukupi kebutuhan makan tiga kali sehari.
“Kami dari desa butuh bantuan sekali dari sembako, setiap 250 kilogram, telur 6 krat, dan sarimi butuh 6 dus,” ujarnya.
Pihaknya juga menyediakan layanan prioritas bagi pengungsi lansia dengan memberikan ranjang yang berbeda dan pengobatan yang lebih instentif. Kemudian, untuk para bayi disediakan pula kebutuhan susu untuk menjaga kesehatannya.
“Untuk menjamin kesehatan para pengungsi kita ada dari Puskesmas Jati,” tandasnya.
Salah satu pengungsi di Posko Pengungsian Balai Desa Jati Wetan, Eva (33) mengaku mulai mengungsi tadi pagi, Minggu (1/01/2022). Ada 4 anggota keluarga yang mengungsi, termasuk bayinya yang baru berusia 1 tahun.
Warga RT 1 RW 3 Desa Jati Wetan ini memilih mengungsi di posko pengungsian lantaran genangan air yang masuk ke dalam rumahnya mencapai ketinggian sekura 60 meter.
“Ngungsi tadi pagi, karena banjir sudah masuk rumah,” tuturnya. (J05/A01)










