Sterilisasi Area Menara, Disdag Kudus Tertibkan PKL Saat Buka Luwur

- Jurnalis

Sabtu, 5 Juli 2025 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana  Perempatan Menara. (Foto: JP)

Suasana Perempatan Menara. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus –  Demi mensukseskan prosesi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 2025, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menegaskan akan melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang kawasan Menara Kudus.

Sterilisasi ini dilakukan untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya kegiatan keagamaan yang dipadati ribuan peziarah.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Andi Imam Santosa, mengatakan bahwa seluruh PKL yang biasa berjualan di kawasan Jalan Menara, mulai dari jalur Rapat Menara hingga Sucen dan Madurekso, diwajibkan menghentikan aktivitasnya sejak Sabtu pagi (5/7/2025) hingga seluruh rangkaian Buka Luwur selesai.

“Area ini harus benar-benar steril karena direncanakan ada sekitar 40 ribu bungkus nasi berkat yang akan dibagikan kepada masyarakat. Kami ingin jalur pria dan wanita lebih tertib, sehingga dibutuhkan ruang yang bersih dan tidak terhalang aktivitas jualan,” jelas Andi Imam, Jum’at 04/07/2025 malam.

Penertiban dimulai sejak Jumat malam, ditandai dengan pemasangan sekat pembatas dan pengawasan ketat oleh petugas gabungan dari Dinas Perdagangan, Satpol PP, Polri, TNI, Banser, dan Linmas. PKL yang masih nekat berjualan akan dikenai tindakan tegas demi menjaga kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Baca Juga :  Kolonel Inf (Purn) Soedarsono, Bupati Kudus ke-27 Meninggal dunia

Sementara itu, Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, mengatakan bahwa sebanyak 500 personel dari berbagai instansi dikerahkan untuk pengamanan prosesi Buka Luwur.

Ia juga menjelaskan bahwa Jalan Menara dan Jalan Madureso akan ditutup total, dengan fungsi khusus sebagai jalur antrean dan area seremoni.

“Jalur pria akan masuk lewat Perempatan Sucen dan dibagi dalam 10 sekat, sedangkan jalur perempuan dari Perempatan Menara dengan empat sekat. Pengaturan ini demi mencegah penumpukan dan memastikan jalur evakuasi tetap terbuka,” ujar Subkhan.

Selain itu, masyarakat diimbau mengikuti aturan dan tertib selama prosesi. Sterilisasi kawasan tidak hanya bertujuan mengatur arus pengunjung, tapi juga menciptakan suasana yang khusyuk dan aman dalam peringatan tradisi keagamaan ini. (J02/A01)

Berita Terkait

Bayi Ditemukan di Pasuruhan Kidul, Bupati Kudus: Anak Itu Amanah, Segera Bertanggung Jawab
Akun Instagram Polres Kudus Diduga Diretas, Muncul Unggahan Jualan iPhone dan Emas
Warga Jepara Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel di Kaliwungu Kudus
Bupati Ajak Warga Rayakan Hari Jadi Kudus ke-476 dengan Menanam Pohon
Karangan Bunga Dukung Kudus Aman Terpasang di Pendopo, Pemdes Jepangpakis Tegaskan Tolak Anarkisme
Mahasiswi UMKU Terjatuh ke Jurang Saat Mendaki, Kapolsek Gebog: Pencarian Dilanjutkan
Terkendala Medan Terjal, Pencarian Pendaki Terjatuh di Gunung Muria Dilanjut Hari Ini
Kapolsek Kota Terima Piagam Penghargaan dari Rutan IIB Kudus
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:34 WIB

Bayi Ditemukan di Pasuruhan Kidul, Bupati Kudus: Anak Itu Amanah, Segera Bertanggung Jawab

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:07 WIB

Akun Instagram Polres Kudus Diduga Diretas, Muncul Unggahan Jualan iPhone dan Emas

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:01 WIB

Warga Jepara Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel di Kaliwungu Kudus

Minggu, 21 September 2025 - 09:09 WIB

Bupati Ajak Warga Rayakan Hari Jadi Kudus ke-476 dengan Menanam Pohon

Rabu, 3 September 2025 - 19:41 WIB

Karangan Bunga Dukung Kudus Aman Terpasang di Pendopo, Pemdes Jepangpakis Tegaskan Tolak Anarkisme

Berita Terbaru