Tolak Pilkada Lewat DPRD, DPC PDIP Kudus: Itu Merampas Hak Demokrasi Rakyat!

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas KPPS yang bertugas di TPS saat hari pencoblosan (Foto:JP)

Petugas KPPS yang bertugas di TPS saat hari pencoblosan (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus secara tegas menolak wacana pengembalian sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Langkah tersebut dinilai sebagai kemunduran demokrasi yang mencederai hak konstitusional masyarakat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus, Yusuf Roni, menegaskan bahwa kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Menurutnya, memberikan mandat pemilihan kepada DPRD hanya akan mengunci suara masyarakat dalam sekat keputusan partai politik di parlemen.

​“Sikap PDI Perjuangan sudah jelas, pemilihan melalui DPRD itu merampas demokrasi masyarakat. Masyarakat tidak bisa lagi menentukan pemimpinnya secara bebas,” ujar Yusuf.

Menanggapi isu efisiensi anggaran dan tingginya biaya politik dalam Pilkada langsung, Yusuf berpendapat bahwa hal tersebut bukan alasan valid untuk mengubah sistem. Baginya, masalah biaya bisa diatasi dengan penyederhanaan metode penyelenggaraan tanpa harus menghilangkan hak pilih langsung.

​Ia juga menyoroti fenomena politik uang yang sering menjadi rapor merah dalam Pilkada. Menurut Yusuf, kuncinya bukan mengganti sistem, melainkan pada ketegasan penegakan aturan oleh penyelenggara dan pengawas pemilu.

“Politik uang sering dianggap biasa karena adanya pembiaran demi angka partisipasi. Seharusnya aturan ditegakkan secara tegas, bukan sistemnya yang diubah. Jangan sampai atas nama pesta rakyat, pelanggaran justru dibiarkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Pengawasan Jangan Kendor, Kata Hartopo Saat Kunjungi PPK Jekulo

Lebih lanjut, Yusuf mengingatkan risiko besar jika Pilkada dikembalikan ke tangan DPRD, yakni menguatnya oligarki politik. Ia khawatir proses lobi-lobi elit akan lebih dominan dibandingkan adu visi-misi di depan publik.

Beberapa dampak negatif yang disoroti antara lain, Hilangnya Ruang Publik, Tidak ada lagi panggung bagi calon pemimpin untuk menyampaikan ide langsung kepada rakyat.

Dominasi Elit, yakni keputusan pemimpin daerah hanya ditentukan oleh segelintir orang di parlemen. Serta lemahnya Akuntabilitas, Pemimpin merasa bertanggung jawab kepada partai, bukan kepada pemilih (rakyat).

“Jika dipilih DPRD, debat di ruang publik pasti hilang. Ini justru akan memicu munculnya oligarki politik,” tambah Yusuf.

Sebagai struktur partai di tingkat daerah, DPC PDI Perjuangan Kudus menyatakan akan tetap Tegak Lurus terhadap instruksi pusat untuk menjaga sistem demokrasi langsung.

Yusuf berharap pemerintah dan stakeholder terkait lebih fokus pada perbaikan kualitas pelaksanaan pemilu daripada merombak total sistem yang sudah berjalan.

“Harapan kami, kualitas penegakan aturan diperbaiki sehingga kedaulatan rakyat tetap terjaga,” pungkasnya. (J02/A01)

Berita Terkait

Nasdem Kudus Mulai Susun Strategi Pulihkan Pamor Jelang Pemilu
Hadapi Pemilu 2029, PAN Kudus Fokus Perkuat Kader dan Struktur
Sutriyono Kembali Nahkodai Hanura Kudus, Siapkan Strategi Rebut Suara Pemilih Muda
Tak Ikut UKK, Ida Nur Saadah Justru Dipilih Jadi Ketua PKB Kudus
141 Pemilih Meninggal Dunia Masih Tercatat Aktif di DPT Online, Bawaslu Kudus Surati KPU
PDI Perjuangan Kudus Gelar Musancab, Perkuat Soliditas dan Regenerasi Kader
Kandidat Ketua PKB Kudus Sepakati Pakta Komitmen Politik
Gandeng Tiga Perguruan Tinggi, Bawaslu Gagas Program Kelas Khusus Hukum
Berita ini 389 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 15:56 WIB

Nasdem Kudus Mulai Susun Strategi Pulihkan Pamor Jelang Pemilu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Hadapi Pemilu 2029, PAN Kudus Fokus Perkuat Kader dan Struktur

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:03 WIB

Sutriyono Kembali Nahkodai Hanura Kudus, Siapkan Strategi Rebut Suara Pemilih Muda

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Tak Ikut UKK, Ida Nur Saadah Justru Dipilih Jadi Ketua PKB Kudus

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:23 WIB

141 Pemilih Meninggal Dunia Masih Tercatat Aktif di DPT Online, Bawaslu Kudus Surati KPU

Berita Terbaru