Jurnalpantura.id, Kudus – Rumah Sakit (RS) ‘Aisyiyah Kudus mengadakan acara pengajian Ramadan dan buka bersama pada Minggu, 16/3/2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan serta mempererat sinergi di antara karyawan rumah sakit.
Acara tersebut juga melibatkan keluarga besar Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), serta keluarga besar RSA Group.
Kepala Humas RS ‘Aisyiyah Kudus, dr. Rizky Ernita Irawati, menyampaikan bahwa kegiatan pengajian ini merupakan bagian dari program rutin yang dilaksanakan setiap minggu selama Bulan Ramadan.
Tema yang diangkat kali ini adalah “Penguatan Semangat Ta’awun untuk Sinergi RSA Group Berkemajuan,” yang bertujuan memperkuat kebersamaan dan kepedulian antar sesama.
Pada acara pengajian kali ini, RS ‘Aisyiyah Kudus menghadirkan narasumber dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PW) Jawa Tengah, Prof Rozihan, yang memberikan materi mengenai pentingnya ketaqwaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama di bulan suci Ramadan.
Dr. Rizky menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk memperdalam ilmu agama dan meningkatkan semangat kebersamaan.
Setelah pengajian, acara dilanjutkan dengan buka bersama yang dihadiri oleh seluruh peserta. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian takjil bagi penunggu pasien di RS ‘Aisyiyah Kudus.
“Setiap hari kami menyediakan takjil untuk penunggu pasien sebagai bentuk perhatian kami. Takjil ini terdiri dari air mineral, kurma, dan camilan yang sederhana namun cukup berarti bagi mereka yang sedang menunggu,” ujar dr. Rizky.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kontribusi sosial RS ‘Aisyiyah Kudus kepada masyarakat, terutama bagi keluarga pasien yang sedang menjalani ibadah puasa.
Selain pengajian dan pembagian takjil, RS ‘Aisyiyah Kudus juga mengadakan kegiatan sosial berupa pembagian nasi sahur kepada penunggu pasien. Sebanyak 150 nasi kotak dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
Nasi sahur ini diperoleh dari hasil donasi karyawan rumah sakit yang menyisihkan sebagian gajinya melalui LazisMu Kudus.
“Pembagian nasi sahur dilakukan seminggu sekali karena keterbatasan dana. Namun, kegiatan ini mendapat antusiasme yang sangat baik dari karyawan yang turut serta dalam program donasi,” ungkap dr. Rizky. (J05/A01)










