Jurnalpantura.id, Kudus – Tiga dari lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Kudus dilaporkan belum mampu mencapai target laba yang ditetapkan sepanjang tahun 2025.
Ketiga perusahaan daerah tersebut adalah PD Percetakan Kabupaten Kudus, PD Apotek Kabupaten Kudus, dan Perumda Tirta Muria Kabupaten Kudus.
Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kabupaten Kudus, PD Percetakan hanya mampu membukukan laba sebesar Rp 81,2 juta dari target Rp 160,1 juta.
Dengan capaian tersebut, realisasi laba perusahaan baru mencapai 50,75 persen dari target yang telah ditentukan.
Sementara itu, PD Apotek Kabupaten Kudus mencatat laba sebesar Rp 89,2 juta dari target Rp 105,4 juta atau terealisasi sebesar 84,62 persen.
Meski belum memenuhi target, capaian tersebut dinilai masih menunjukkan kinerja yang cukup stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Adapun Perumda Tirta Muria Kabupaten Kudus memperoleh laba sekitar Rp 4,8 miliar sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut masih berada di bawah target yang dibebankan sebesar Rp 6,7 miliar atau hanya terealisasi sekitar 71,95 persen.
Plt Kepala Bagian Perekonomian Setda Kudus, Nurul Haji Hidayati, menjelaskan bahwa dua BUMD lainnya justru berhasil melampaui target laba pada tahun 2025, yakni PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda) dan PT BPR BKK Kudus (Perseroda).
Menurut Nurul, performa PT BPR Bank Daerah Kudus menjadi yang paling menonjol karena mampu mencatat realisasi laba hingga lebih dari 234 persen dari target yang ditetapkan. Perusahaan tersebut berhasil meraup laba sekitar Rp 1,043 miliar dari target sebesar Rp 445 juta.
Selain itu, PT BPR BKK Kudus juga mencatat kinerja positif dengan realisasi laba mencapai 123 persen. Laba yang berhasil diperoleh perusahaan mencapai Rp 6,745 miliar, sedangkan target yang dibebankan sebesar Rp 5,471 miliar.
Nurul menambahkan bahwa meskipun tiga BUMD belum memenuhi target laba tahun 2025, secara umum capaian laba bersih mereka masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.
“Kondisi ini menunjukkan adanya tren pertumbuhan positif dan peningkatan efisiensi di internal perusahaan daerah,” tuturnya.
Sebagai perbandingan, berdasarkan laporan laba/rugi yang diterima awal tahun 2024, laba PD Percetakan ditarget sebesar Rp 246,254 juta. Jumlah tersebut lebih besar dari realisai laba tahun 2023, yakni sebesar Rp 165,086 juta.
Kemudian realisasi laba PD Apotek tahun 2024 sebesar Rp 96,130 juta atau 101,54 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp 94,66 juta. Jumlah ini lebih besar dari realisasi laba tahun 2023, yakni sebesar Rp 85,500 juta.
Sedang realisasi laba Perumda Tirta Muria tarcapai Rp 4,72 miliar atau 100,02 persen dari target Rp 4,726 miliar. Realisasi laba tahun 2024 ada peningkatan dibanding tahun 2023 lalu, yaitu sebesar Rp 4,502 miliar. (J05/A01)










