Terjerat Dunia Gangster, Empat Anak di Undaan Kudus Dibina di LPKA Purworejo

- Jurnalis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi.

Foto: ilustrasi.

Jurnalpantura.id, Kudus – Kasus kenakalan anak di bawah umur atau usia remaja di Kabupaten Kudus semakin mengkhawatirkan.

Anak-anak yang masih tergolong bocah cilik (bocil) dilaporkan tergabung dalam kelompok-kelompok Gangster yang kerap terlibat bentrokan, bahkan hingga menyebabkan korban jiwa.

Salah satu daerah yang cukup memprihatinkan adalah Kecamatan Undaan.

Kepala Desa Berugenjang, Kiswo, mengungkapkan keresahannya terkait fenomena ini kepada Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dalam forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kecamatan Undaan dan Jati yang digelar di Graha Mustika belum lama ini.

Menurut Kiswo, banyak anak di bawah umur di wilayahnya yang sudah tergabung dalam kelompok gangster. Bahkan, saat ini terdapat empat anak dari Kecamatan Undaan yang tengah menjalani pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoharjo, Kabupaten Purworejo.

“Ada empat bocil dari Kecamatan Undaan yang saat ini ‘sekolah’ di LPKA Purworejo. Kasusnya pembunuhan,” ungkap Kiswo.

Ia menilai, fenomena ini perlu penanganan serius dari berbagai pihak. Kiswo meminta agar aparat penegak hukum seperti kepolisian dan Satpol PP lebih aktif mendeteksi keberadaan gank bocil.

Baca Juga :  Terduga Pelaku Video Viral Bersenjata Tajam Diamankan, Polisi Ungkap Jaringan Gengster di Kudus

Ia juga berharap Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kudus bisa mengambil peran dalam mendeteksi potensi bentrokan yang biasanya direncanakan melalui media sosial.

“Karena para gank bocil itu janjian dan menantang bentrok lewat media sosial. Jadi tolong dideteksi, agar tak ada lagi korban jiwa dan tak ada lagi bocil Kudus yang masuk LPKA Purworejo,” tegas Kiswo.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Polres Kudus dan Dandim 0722/Kudus untuk menangani kasus kenakalan anak di bawah umur.

Tak hanya itu, Sam’ani juga mendorong para kepala desa agar mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk mencegah pergerakan kelompok remaja bermasalah tersebut.

“Kades harus bisa menyusup ke grup-grup medsos gank bocil agar bisa memantau langsung. Pemerintah desa harus menguasai IT dan gunakan media sosial untuk mendeteksi dan mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya.

Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan fenomena gank bocil di Kudus dapat segera diatasi, dan para generasi muda bisa diarahkan ke kegiatan yang lebih positif. (J02/A01)

Berita Terkait

Sempat Kritis, Pria Asal Wonosobo Korban Jatuh di Pasar Kliwon Kudus Meninggal
Ancam Korban Pakai Sabit, Pelaku Perampasan Motor di Kudus Ditangkap Polisi
Pria Asal Wonosobo Jatuh dari Lantai 5 Pasar Kliwon Kudus, Ini Kronologinya
Empat Karaoke di Ruko Ronggolawe Disasar Satpol PP Kudus, 43 Botol Miras Berbagai Merek Diamankan
Pamer Jumping di Depan Polisi, Dua Pembalap Liar di Kudus Akhirnya Diamankan
Api Bakar Lahan Bambu di Singocandi, Kambing dan Tiga Motor Warga Ikut Jadi Korban
Enam Remaja dan Empat Motor Diamankan Polisi, Diduga Hendak Balap Liar
Video Baku Hantam di Jalan Pattimura Kudus Viral, Polisi Fasilitasi Perdamaian
Berita ini 173 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Sempat Kritis, Pria Asal Wonosobo Korban Jatuh di Pasar Kliwon Kudus Meninggal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Ancam Korban Pakai Sabit, Pelaku Perampasan Motor di Kudus Ditangkap Polisi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Pria Asal Wonosobo Jatuh dari Lantai 5 Pasar Kliwon Kudus, Ini Kronologinya

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Empat Karaoke di Ruko Ronggolawe Disasar Satpol PP Kudus, 43 Botol Miras Berbagai Merek Diamankan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Pamer Jumping di Depan Polisi, Dua Pembalap Liar di Kudus Akhirnya Diamankan

Berita Terbaru