Jurnalpantura.id, Kudus – Kasus kenakalan anak di bawah umur atau usia remaja di Kabupaten Kudus semakin mengkhawatirkan.
Anak-anak yang masih tergolong bocah cilik (bocil) dilaporkan tergabung dalam kelompok-kelompok Gangster yang kerap terlibat bentrokan, bahkan hingga menyebabkan korban jiwa.
Salah satu daerah yang cukup memprihatinkan adalah Kecamatan Undaan.
Kepala Desa Berugenjang, Kiswo, mengungkapkan keresahannya terkait fenomena ini kepada Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dalam forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kecamatan Undaan dan Jati yang digelar di Graha Mustika belum lama ini.
Menurut Kiswo, banyak anak di bawah umur di wilayahnya yang sudah tergabung dalam kelompok gangster. Bahkan, saat ini terdapat empat anak dari Kecamatan Undaan yang tengah menjalani pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoharjo, Kabupaten Purworejo.
“Ada empat bocil dari Kecamatan Undaan yang saat ini ‘sekolah’ di LPKA Purworejo. Kasusnya pembunuhan,” ungkap Kiswo.
Ia menilai, fenomena ini perlu penanganan serius dari berbagai pihak. Kiswo meminta agar aparat penegak hukum seperti kepolisian dan Satpol PP lebih aktif mendeteksi keberadaan gank bocil.
Ia juga berharap Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kudus bisa mengambil peran dalam mendeteksi potensi bentrokan yang biasanya direncanakan melalui media sosial.
“Karena para gank bocil itu janjian dan menantang bentrok lewat media sosial. Jadi tolong dideteksi, agar tak ada lagi korban jiwa dan tak ada lagi bocil Kudus yang masuk LPKA Purworejo,” tegas Kiswo.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Polres Kudus dan Dandim 0722/Kudus untuk menangani kasus kenakalan anak di bawah umur.
Tak hanya itu, Sam’ani juga mendorong para kepala desa agar mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk mencegah pergerakan kelompok remaja bermasalah tersebut.
“Kades harus bisa menyusup ke grup-grup medsos gank bocil agar bisa memantau langsung. Pemerintah desa harus menguasai IT dan gunakan media sosial untuk mendeteksi dan mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya.
Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan fenomena gank bocil di Kudus dapat segera diatasi, dan para generasi muda bisa diarahkan ke kegiatan yang lebih positif. (J02/A01)










