Jurnalpantura.id, Kudus – Sebanyak 15 unit laptop Chromebook beserta sejumlah perangkat pengisi daya milik SD 1 Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dilaporkan hilang akibat dugaan aksi pencurian.
Peristiwa yang diperkirakan terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB tersebut mengakibatkan kerugian materiil hingga Rp 45 juta.
Guru SD 1 Tumpangkrasak, Johan Saputra, mengatakan kehilangan itu baru diketahui pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Awalnya, seorang guru hendak mengambil kabel pengisi daya laptop untuk keperluan pembelajaran. Namun, saat tiba di ruang komputer, kabel yang dicari ternyata tidak ditemukan.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama guru lainnya, pihak sekolah mendapati belasan Chromebook yang sebelumnya tersedia di sekolah sudah tidak berada di tempatnya.
Selain 15 unit Chromebook, pencuri juga diduga membawa 10 charger Chromebook dan satu charger laptop merek Toshiba.
“Awalnya mau mencari charger laptop, tetapi setelah sampai di ruang komputer, 15 unit Chromebook sudah tidak ada,” ungkap Johan saat ditemui di SD 1 Tumpangkrasak, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurut Johan, perangkat tersebut merupakan bantuan pemerintah melalui Kemendikbudristek RI pada era Menteri Nadiem Makarim.
Selama ini, Chromebook dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan, mulai dari pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga pembelajaran koding bagi siswa.
Ia menjelaskan, perangkat tersebut terakhir kali digunakan untuk kegiatan les koding pada Selasa setelah jam pelajaran sekolah berakhir. Kegiatan koding biasanya dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis.
Akibat hilangnya perangkat tersebut, kegiatan koding yang seharusnya berlangsung pada Kamis terpaksa diliburkan sementara.
“Kami terpaksa meliburkan kegiatan koding hari ini karena Chromebook yang biasa digunakan sudah hilang,” ujarnya.
Pihak sekolah menduga pelaku masuk ke dalam gedung dengan cara mencongkel jendela ruang komputer yang berada di bagian belakang sekolah.
Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya bekas congkelan serta kerusakan ringan pada jendela. Setelah memeriksa sejumlah ruangan, pihak sekolah juga menemukan tanda-tanda serupa di ruang guru, meski barang-barang lain dilaporkan masih aman.
Johan menuturkan, Chromebook biasanya disimpan di dalam lemari ruang guru. Namun, perangkat tersebut dipindahkan ke ruang komputer dan diletakkan di atas meja karena rutin digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Setelah kejadian diketahui, pihak sekolah segera melaporkannya kepada pengawas wilayah Korwil Kecamatan Jati, Disdikpora Kudus, serta Polsek Jati.
Polisi bersama tim INAFIS Polres Kudus telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu sekitar pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh, seorang terduga pelaku terlihat berjalan kaki di depan gerbang sekolah sambil menggendong tas ransel yang diduga berisi barang curian.
Orang tersebut tampak mengenakan jaket hoodie hitam dengan penutup kepala, masker, serta membawa senter.
Kapolsek Jati, AKP Subkhan, membenarkan adanya dugaan pembobolan di SD 1 Tumpangkrasak. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV dan sidik jari yang ditemukan di lokasi, telah dikumpulkan untuk membantu proses penyelidikan.
“Sudah ditangani Unit Reskrim dan saat ini masih penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKP Subkhan, Kamis, 29 Oktober 2026. (J05/A01)










