Tepuk Sakinah Diterapkan di Semua KUA Kudus, Cara Seru Kenalkan Nilai-Nilai Pernikahan

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bimbingan perkawinan di KUA Kudus. (Foto: Istimewa/Kemenag Kudus)

Bimbingan perkawinan di KUA Kudus. (Foto: Istimewa/Kemenag Kudus)

Jurnalpantura.id, Kudus – Viral di media sosial, “Tepuk Sakinah” yang digunakan dalam sesi bimbingan perkawinan (binwin) turut mendapatkan tanggapan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus.

Metode unik ini dinilai sebagai pendekatan kreatif dalam menyampaikan nilai-nilai dasar membangun rumah tangga yang harmonis kepada para calon pengantin.

Kepala Kemenag Kudus, Shony Wardana, menjelaskan bahwa “Tepuk Sakinah” merupakan bentuk yel-yel sederhana yang dikembangkan sebagai bagian dari ice breaking dalam sesi binwin.

Tujuannya tak hanya untuk mencairkan suasana, tapi juga memperkuat pemahaman peserta terhadap fondasi keluarga yang kuat.

“Yel-yel ini memuat lima pilar keluarga sakinah yang penting untuk dipahami. Karena bentuknya menyenangkan dan mudah diingat, peserta akan lebih terbantu dalam menyerap nilai-nilai itu,” ujar Shony, Sabtu, 27/9/2025.

Kelima pilar yang dimaksud adalah Zawaj (berpasangan), Mitsaqan Ghalizan (janji kokoh), Mu’asyarah Bil Ma’ruf (saling mencintai, menghormati, dan berbuat baik), Musyawarah (berdiskusi), serta Taradhin (saling ridha).

Baca Juga :  Catat Full Promo Pertamina Libur Nataru : BBM, Bright Gas, hingga Hotel

Inovasi “Tepuk Sakinah” kini telah diterapkan di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di Kudus. Video para peserta binwin yang memperagakan tepuk ini sempat viral di berbagai platform media sosial, dan mendapatkan beragam komentar dari warganet.

“Semoga komentar viralnya ini cenderung positif dan mendukung upaya inovatif dari Kemenag,” harap Shony.

Melalui pendekatan yang lebih menyenangkan ini, Kemenag berharap para calon pengantin bisa lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai pernikahan.

“Harapannya, lima pilar keluarga sakinah ini lebih mudah diingat lewat tepuk sakinah, supaya pasangan semakin yakin membangun rumah tangga yang kuat,” tambahnya.

Tak hanya menghadirkan yel-yel kreatif, bimbingan perkawinan di Kudus juga menyuguhkan materi komprehensif seputar perencanaan keluarga, komunikasi pasangan, penyelesaian konflik, hingga pembekalan kesehatan reproduksi.

“Binwin bukan hanya soal teori, tapi juga praktik kehidupan rumah tangga. Ini adalah bekal penting sebelum mereka melangkah ke pelaminan,” pungkas Shony. (J05/A01)

Berita Terkait

Haul Mbah Mutamakin Digelar 22-26 Juni 2026, Yayasan Syekh Mutamakin Siapkan Rangkaian Kegiatan Keagamaan
Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Pati Dimulai 16 Juni, Satu Jemaah Dilaporkan Wafat
Tak Pakai Plastik, UMKU Distribusikan 2.300 Daging Kurban dalam Balutan Daun Jati
Iduladha 1447 H, Menara Kudus Sembelih 16 Kerbau dan 37 Kambing di Hari Tasyrik
Dokter Hewan Disiagakan Untuk Awasi Pemotongan Hewan Kurban
Carut Marut Kasus Ponpes Al Chalimi, Kemenag Kudus Pastikan Santri Masih Aktif Peroleh Hak Pendidikan
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret, Kemenag Lakukan Rukyatul Hilal
Pantauan di MAN 2 Kudus: Hilal Tak Terlihat, Penetapan Ramadan Tunggu Pemerintah
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:10 WIB

Haul Mbah Mutamakin Digelar 22-26 Juni 2026, Yayasan Syekh Mutamakin Siapkan Rangkaian Kegiatan Keagamaan

Senin, 8 Juni 2026 - 14:50 WIB

Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Pati Dimulai 16 Juni, Satu Jemaah Dilaporkan Wafat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:47 WIB

Tak Pakai Plastik, UMKU Distribusikan 2.300 Daging Kurban dalam Balutan Daun Jati

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:11 WIB

Iduladha 1447 H, Menara Kudus Sembelih 16 Kerbau dan 37 Kambing di Hari Tasyrik

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:22 WIB

Dokter Hewan Disiagakan Untuk Awasi Pemotongan Hewan Kurban

Berita Terbaru