Speedboat Wisata Waduk Logung Dipastikan Layak Layar, Driver Sudah Miliki SKK

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan life jacket kepada driver atau pengemudi speedboat wisata Waduk Logung Kudus, Kamis (13/11/2025). (Foto: JP)

Penyerahan life jacket kepada driver atau pengemudi speedboat wisata Waduk Logung Kudus, Kamis (13/11/2025). (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang memastikan seluruh armada speedboat wisata dan pengemudinya yang beroperasi di kawasan Waduk Logung, Kudus, telah memenuhi standar keselamatan pelayaran dan mengantongi sertifikasi resmi.

Kepastian ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran yang digelar bersamaan dengan penyerahan E-Pas Kecil, Life Jacket, dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) kepada para operator kapal wisata Waduk Logung Kudus yang berlangsung di The Garank Fillandra Resort Logung Kudus, Rabu (13/11/2025).

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Dimyati, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 3 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan tugas dan fungsi keselamatan serta keamanan pelayaran di transportasi sungai, danau, dan penyeberangan.

“Kegiatan hari ini kami lakukan bersama KSOP Tanjung Mas dan UPP Juwana untuk sosialisasi keselamatan pelayaran. Sekaligus kami serahkan surat E-Pas Kecil kepada armada yang sudah melalui proses pengukuran,” kata Dimyati.

Selain dokumen kapal, KSOP juga menyerahkan SKK kepada para pengemudi perahu sebagai bukti kelayakan dan kompetensi dalam mengoperasikan kapal wisata.

Dimyati menegaskan, surat kecakapan ini diatur dalam Undang-Undang Pelayaran dan bertujuan agar operator memahami cara membawa kapal dengan benar untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Dengan adanya sertifikasi, para driver speedboat kini dibekali kemampuan dasar seperti teknik manuver, navigasi, dan pengamanan penumpang. Apabila driver memahami cara membawa kapal yang baik, maka sudah berapa persen menjamin keselamatan penumpang,” jelasnya.

Baca Juga :  Fashion Show Duta Lentog Tanjung Sukses Pukau Penonton, Kades Tak mau Ketinggalan

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan KSOP dan UPP Juwana, seluruh armada speedboat di Waduk Logung telah dinyatakan dalam kondisi baik dan layak layar.

Owner The Garanak Fillandra Resort, Sumirkan, sekaligus pengelola belasan speedboat di kawasan wisata Waduk Logung, mengaku pihaknya merupakan inisiator dalam proses legalitas dan kelayakan armada maupun pengemudinya.

“Saya mengapresiasi kegiatan seperti ini karena pelaku usaha maupun para sopir speedboat jadi punya bekal. Kalau kita sudah sesuai standar, tentu lebih nyaman dalam mengoperasikan kapal,” ujar Sumirkan.

Ia menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan KSOP dan Dinas Perhubungan untuk memastikan semua speedboat memiliki dokumen resmi dan driver bersertifikat.

“Kita ingin semua legal, baik kapal maupun driver-nya. Ini penting supaya usaha wisata air di Logung bisa beroperasi dengan aman dan sesuai regulasi,” tegasnya.

Pihak pengelola juga telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, termasuk pengarahan keselamatan, himbauan larangan berdiri, dan kewajiban penitipan barang berharga sebelum wisatawan menaiki speedboat.

Salah satu pengunjung asal Pati, Lucy Septiana Dewi (21), mengaku rasa takutnya saat menaiki speedboat berkurang karena seluruh penumpang diwajibkan memakai pelampung keselamatan.

“Ya takut sih, tapi gak khawatir karena sudah ada pelampung. Jadi lebih tenang dan aman,” katanya. (J03/A01)

Berita Terkait

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan
Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour
Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah
Bukan Wisata Syariah, Kudus Mantapkan Konsep “Muslim Friendly” Sambut Pariwisata 2027
Dinilai Tak Terurus, Disbudpar Kudus Berencana Pulangkan Joglo Pencu dari Maerokoco
Investor Siap Kelola Sebagian Kawasan Museum Kretek Kudus, PKL Akan Ditata
Pemkab Kudus Kaji Ulang Sewa Museum Kretek, Hanya Sejumlah Wahana Dibuka untuk Investor
Gantikan Taman Ria Colo, D’tjolo Eco Park Padukan Taman Bunga, Wahana, dan Area Camping
Berita ini 139 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan

Selasa, 29 September 2026 - 18:06 WIB

Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour

Senin, 28 September 2026 - 13:51 WIB

Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WIB

Bukan Wisata Syariah, Kudus Mantapkan Konsep “Muslim Friendly” Sambut Pariwisata 2027

Rabu, 23 September 2026 - 14:22 WIB

Dinilai Tak Terurus, Disbudpar Kudus Berencana Pulangkan Joglo Pencu dari Maerokoco

Berita Terbaru