Jurnalpantura.id, Kudus – Pelaksanaan Apel pagi jajaran ASN dan seluruh OPD di Pemerintahan Kabupaten Kudus hari ini berbeda dengan Apel yang rutin dilaksanakan.
Bupati Kudus Muhammad Tamzil menjadi pemimpin Apel yang diikuti seluruh seluruh OPD dan ASN Kabupaten Kudus di Balai Jagong Sport Center, Jum’at 01/02/2019.
Pasca pelaksanaan Apel, Bupati dan Wakil Bupati kudus Muhammad Tamzil dan Hartopo melakukan penanaman pohon sekaligus bersih-bersih. Kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan sekitar Balai Jagong Sport Center sampai dengan Pasar Baru Kelurahan Wergu Wetan Kudus.
Salah satu tujuan melaksanakan Bersih-bersih ini menurut Tamzil, untuk mengurangi dampak terjadinya perubahan iklim.
Pemicu perubahan iklim adalah Pemanasan Global akibat efek Gas Rumah Kaca (GRK) dari aktivitas manusia salah satunya adalah pengelolaan sampah yang tidak tepat, khususnya pembuangan sampah liar. “Sampai saat ini menjadi permasalahan prioritas di forum penting dunia,” ujarnya.
Sebagai wujud nyata dalam menjaga perubahan iklim, Pemerintah Kabupaten Kudus di bawah komando dari HM. Tamzil dan HM Hartopo juga melakukan aksi penanaman pohon penghijauan.

Hal ini diharapkan akan meningkatkan kemampuan reduksi efek gas rumah kaca, serta mampu menyeimbangkan daur hidrologi tanah sehingga ekosistem lingkungan menjadi baik.
“Agar lebih optimal, peran aktif seluruh pemangku kepentingan, pendidikan, dunia usaha, organisasi non pemerintah diperlukan dalam melaksanakan kegiatan bakti lingkungan,” terangnya.
Dirinya meminta para pemangku kebijakan di masing-masing OPD dan pemerintahan baik kecamatan maupun desa/Kelurahan agar memberi motivasi dan contoh kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ini untuk meminimalisir berbagai penyakit yang sering dialami saat ini diantaranya Demam Berdarah yang diakibatkan adanya genangan air akibat penumpukan sampah apalagi dimusim penghujan saat ini.

Tamzil berharap masyarakat juga ikut sadar kebersihan dan menjaga lingkungannya agar tetap bersih untuk menghindari timbulnya berbagai penyakit, terutama yang diakibatkan oleh tumpukan sampah.
“Jangan terbiasa membuang sampah sembarangan karena akan mengundang hewan pembawa penyakit utamanya lalat yang suka hinggap di tumpukan sampah,” pesannya.
Lalat yang hinggap di makanan dan dikonsumsi masyarakat akan membawa penyakit seperti diare maupun kolera. Ini untuk meminimalisir berkembang biaknya jentik nyamuk apalagi saat musim penghujan, perkembangannya akan lebih cepat,” ujarnya. (J02/A01)










