Jurnalpantura.id, Kudus – Ribuan warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, kembali menggelar tradisi Kirab Rebo Wekasan yang rutin diselenggarakan setiap Hari Rabu terakhir Bulan Safar, Selasa, 3/07/2024.
Kirab yang digelar dalam serangakaian acara Ritual Air Salamun di Desa Jepang ini merupakan bagian dari tradisi tahunan untuk memohon perlindungan dan keselamatan menjelang akhir bulan Safar. Tahun ini, merupakan kirab Rebo Wekasan ke-17.
Acara ini dimulai dengan mengarak gentong berisi Air Salamun dari Kantor Kecamatan Mejobo hingga Masjid Wali Al-Ma’mur, dengan menempuh jarak sejauh 2 kilometer. Beserta gunungan hasil bumi yang dihadirkan oleh warga setempat..
Air Salamun, yang dipercaya masyarakat sebagai salah satu wasilah atau perantara doa untuk menghindari balak atau bencana. Masyarakat yakin bahwa Air Salamun dapat membawa berkah dan keselamatan bagi mereka.
Menurut Fathur Rohman Aziz, panitia Kirab Rebo Wekasan di Desa Jepang, sekitar 32 kontingen dengan total peserta sekitar 1.400 orang turut serta dalam kirab tahun ini. Mereka yang ikut mewakili setiap elemen masyaratak di desa setempat.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan kami senang melihat keterlibatan yang begitu besar dalam acara ini,” ungkap Aziz.
Selain Air Salamun, gunungan hasil bumi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan kirab. Gunungan ini diartikan sebagai simbol persembahan dari masyarakat kepada Masjid Wali Al-Ma’mur yang sedang merayakan hajat.
“Gunungan hasil bumi merupakan simbol sedekah masyarakat, yang diharapkan bisa memberikan berkah dan keselamatan,” jelas Aziz.
Selain arak-arakan, terdapat penampilan drumband, pentas seni, dan pentas kolosal yang menambah suasana meriah. Berbagai elemen masyarakat turut terlibat, mulai dari RT, RW, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan.
Partisipasi dari berbagai kalangan menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap tradisi ini. Bahkan ada beberapa warga dari luar kota yang datang khusus untuk mengikuti kirab dan mendapatkan Air Salamun.
“Air Salamun ini berasal dari sumber mata air peninggalan Sunan Kudus dan dipercaya membawa berkah bagi semua yang menggunakannya,” tambah Aziz.
Dengan berlangsungnya Kirab Rebo Wekasan ini, masyarakat Desa Jepang berharap agar tradisi ini tetap terjaga dan terus dilestarikan, sebagai bentuk doa dan harapan untuk keselamatan serta keberkahan di masa depan. (J05/A01)










