Seribuan Warga Jepang Kudus Gelar Kirab Rebo Wekasan, Arak Air Salamun Keliling Desa

- Jurnalis

Selasa, 3 September 2024 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kirab Rebo Wekasan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

Kirab Rebo Wekasan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Ribuan warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, kembali menggelar tradisi Kirab Rebo Wekasan yang rutin diselenggarakan setiap Hari Rabu terakhir Bulan Safar, Selasa, 3/07/2024.

Kirab yang digelar dalam serangakaian acara Ritual Air Salamun di Desa Jepang ini merupakan bagian dari tradisi tahunan untuk memohon perlindungan dan keselamatan menjelang akhir bulan Safar. Tahun ini, merupakan kirab Rebo Wekasan ke-17.

Acara ini dimulai dengan mengarak gentong berisi Air Salamun dari Kantor Kecamatan Mejobo hingga Masjid Wali Al-Ma’mur, dengan menempuh jarak sejauh 2 kilometer. Beserta gunungan hasil bumi yang dihadirkan oleh warga setempat..

Air Salamun, yang dipercaya masyarakat sebagai salah satu wasilah atau perantara doa untuk menghindari balak atau bencana. Masyarakat yakin bahwa Air Salamun dapat membawa berkah dan keselamatan bagi mereka.

Menurut Fathur Rohman Aziz, panitia Kirab Rebo Wekasan di Desa Jepang, sekitar 32 kontingen dengan total peserta sekitar 1.400 orang turut serta dalam kirab tahun ini. Mereka yang ikut mewakili setiap elemen masyaratak di desa setempat.

Gunungan hasil bumi turut memeriahkan Kirab Rebo Wekasan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus. (Foto:J05)

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan kami senang melihat keterlibatan yang begitu besar dalam acara ini,” ungkap Aziz.

Baca Juga :  Musthofa: Parade Sewu Kupat sebagai Simbol Religiusitas dan Keharmonisan Masyarakat Kudus

Selain Air Salamun, gunungan hasil bumi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan kirab. Gunungan ini diartikan sebagai simbol persembahan dari masyarakat kepada Masjid Wali Al-Ma’mur yang sedang merayakan hajat.

“Gunungan hasil bumi merupakan simbol sedekah masyarakat, yang diharapkan bisa memberikan berkah dan keselamatan,” jelas Aziz.

Selain arak-arakan, terdapat penampilan drumband, pentas seni, dan pentas kolosal yang menambah suasana meriah. Berbagai elemen masyarakat turut terlibat, mulai dari RT, RW, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan.

Partisipasi dari berbagai kalangan menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap tradisi ini. Bahkan ada beberapa warga dari luar kota yang datang khusus untuk mengikuti kirab dan mendapatkan Air Salamun.

“Air Salamun ini berasal dari sumber mata air peninggalan Sunan Kudus dan dipercaya membawa berkah bagi semua yang menggunakannya,” tambah Aziz.

Dengan berlangsungnya Kirab Rebo Wekasan ini, masyarakat Desa Jepang berharap agar tradisi ini tetap terjaga dan terus dilestarikan, sebagai bentuk doa dan harapan untuk keselamatan serta keberkahan di masa depan. (J05/A01)

Berita Terkait

Giring Ganesha Jadi Fotografer Dadakan, Abadikan Penampilan Istri Kenakan Kebaya Kudus dan Caping Kalo
Caping Kalo Nyaris Punah, Kementerian Kebudayaan Siap Kawal Jadi WBTB
670 Penari Lajur Caping Kalo Ukir Rekor MURI Dunia, Budaya Kudus Makin Dikenal
Puluhan Pecahan Mustaka Masjid Kuno Ditemukan di Kudus, Diperkirakan Berusia 400 Tahun
Sandhivarta Patiayam Kembali Digelar, Pemkab Kudus Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah
Perbukitan Slumprit dan Situs Sudo Diusulkan Jadi Satu Kawasan Cagar Budaya Tingkat Jawa Tengah
Bidik MURI, Kudus Siapkan Atraksi Kolosal 477 Penari Lajur Caping Kalo di Perayaan Hari Jadi
Gedung Dekranasda dan BPP Gebog Selangkah Lagi Jadi Cagar Budaya Kudus
Berita ini 334 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:29 WIB

Giring Ganesha Jadi Fotografer Dadakan, Abadikan Penampilan Istri Kenakan Kebaya Kudus dan Caping Kalo

Sabtu, 26 September 2026 - 11:55 WIB

Caping Kalo Nyaris Punah, Kementerian Kebudayaan Siap Kawal Jadi WBTB

Sabtu, 26 September 2026 - 11:12 WIB

670 Penari Lajur Caping Kalo Ukir Rekor MURI Dunia, Budaya Kudus Makin Dikenal

Rabu, 16 September 2026 - 12:23 WIB

Puluhan Pecahan Mustaka Masjid Kuno Ditemukan di Kudus, Diperkirakan Berusia 400 Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Sandhivarta Patiayam Kembali Digelar, Pemkab Kudus Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah

Berita Terbaru