Jurnalpantura.id, Kudus – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak menyeberang jalan seorang diri.
Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan anak di tengah tingginya aktivitas lalu lintas di jalan raya.
Kasatlantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Kudus, Ipda Moh Jafar, menegaskan bahwa jalan raya bukanlah tempat yang aman bagi anak-anak, terutama yang berusia di bawah 10 tahun.
“Bapak dan Ibu, bagi anak-anak jalan raya adalah dunia yang membingungkan. Mereka belum mampu mengukur kecepatan kendaraan atau memperkirakan jarak aman dengan tepat. Detik yang kita anggap sepele bisa menjadi sangat berisiko bagi mereka,” ujar Ipda Moh Jafar.
Ia menekankan bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab utama orang tua. Karena itu, setiap orang tua diminta untuk selalu menggandeng tangan buah hati saat hendak menyeberang jalan.
“Luangkan waktu sejenak untuk menggandeng erat tangan anak saat menyeberang. Jangan biarkan mereka melangkah sendiri. Keselamatan anak adalah investasi masa depan yang paling berharga,” tegasnya.
Ipda Moh Jafar juga mengingatkan bahwa secara perkembangan, anak-anak belum memiliki koordinasi visual dan pendengaran yang sempurna untuk menilai bahaya lalu lintas. Oleh karena itu, peran orang tua sangat vital dalam memastikan keamanan mereka.
Beberapa langkah sederhana namun penting yang diimbau Satlantas Polres Kudus antara lain selalu menggandeng tangan anak dan memastikan orang tua berada di sisi yang menghadap arah datangnya kendaraan.
Selain itu, orang tua juga perlu mengajarkan pola aman saat menyeberang, yakni berhenti sejenak, melihat ke kanan, ke kiri, lalu ke kanan kembali sebelum melangkah.
“Jadilah teladan bagi anak-anak dengan menyeberang di zebra cross atau tempat yang aman. Satu detik perhatian kita bisa menyelamatkan nyawa mereka,” lanjutnya.
Ia juga memberikan tips tambahan agar orang tua memegang pergelangan tangan anak, bukan hanya telapak tangannya, saat menyeberang. Cara ini dinilai lebih aman untuk mencegah anak tiba-tiba terlepas atau berlari saat merasa kaget di tengah jalan.
“Ayah dan Bunda, sehebat apa pun anak kita merasa mandiri, jalan raya tetaplah area berisiko tinggi. Jangan lepas pengawasan dan jangan biarkan mereka menyeberang sendiri. Genggaman tangan kita adalah perlindungan terbaik bagi mereka,” pesannya.
Di akhir imbauannya, Satlantas Polres Kudus juga mengajak masyarakat untuk selalu berdoa sebelum bepergian agar diberikan keselamatan sampai tujuan.
“Salam keselamatan dari Satlantas Polres Kudus. Mari bersama wujudkan lingkungan yang aman untuk anak-anak kita,” pungkas Ipda Moh Jafar. (J02/A01)










