Santri di Kudus Diduga Jadi Korban Kekerasan Fisik Oknum Pengurus Ponpes

- Jurnalis

Jumat, 7 Juni 2024 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Santri korban kekerasan fisik oknum pengurus ponpes di Kudus. (Foto:JP)

Santri korban kekerasan fisik oknum pengurus ponpes di Kudus. (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Sejumlah santri salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus diduga menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh oknum pengurus ponpes setempat.

Akibatnya, jari-jari dari kedua tangannya melepuh setelah dicelupkan ke dalam air panas. Salah satu santri bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani operasi akibat luka bakar yang dialaminya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah santri itu semula ketahuan melakukan pelanggaran yakni merokok. Kemudian para santri dibawa oknum pengurus ponpes, dan selanjutnya diberikan hukuman.

Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus, Haniah membeberkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Senin, 27 Mei 2024 lalu. Pihaknya mengaku baru mendapat aduan kekerasan dari orangtua korban, Kamis, 6/6/ 2024.

“Jadi ada beberapa santri, intinya melakukan pelanggaran pondok, merokok, sehingga mungkin peringatan pertama tidak diindahkan lalu ada peringatan kedua. Hukuman itu dengan dicelupkan ke air yang mungkin kan panas karena sampai melepuh,” ujar Haniah saat dikonfirmasi, Jumat, 7/6/2024.

Pihaknya juga mengaku, telah menjenguk salah satu santri yang sempat di Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Pati hari ini, Jumat, 7 Mei 2024. Santri tersebut disebut mengalami luka yang paling parah diantara santri lainnya.

Baca Juga :  Sepanjang 2025, Dinsos P3AP2KB Kudus Tangani 25 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Santri tersebut diketahui berinisial AA, warga asli Kabupaten Pati yang menuntun ilmu agama di Ponpes di Kecamatan Dawe itu. Santri tersebut juga merupakan seorang siswa MA di wilayah sekitar yang masih duduk di bangku kelas 10.

“Jadi sampai kulitnya mengelupas, dikasih hasil foto habis operasi ngeri, karena mengelupas. Pas saya ke sana juga masih basah, ini kan akhirnya jadi luka permanen. Kalau perawatan tidak higenis kan berbahaya,” tuturnya.

Terpisah, Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Wakapolres Kompol Satya Adi Nugraha pun membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun sampai saat ini pihak orang baru mengadu ke Polres Kudus, belum melakukan pelaporan terkait kasus tersebut.

“Iya mas. (korban) sekitaran 12. Coba biar saya pastikan langkah-langkah dari Polres. Agar nanti sedikit lengkap wawancaranya,” tukas Satya. (J05/A01)

Berita Terkait

Sepanjang 2025, Dinsos P3AP2KB Kudus Tangani 25 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Wartawan Bukan Musuh! Polri Tegas Ingatkan Jajaran Lindungi Jurnalis Saat Bertugas
Polisi Bentrok dengan Massa di Depan Pendapa Kudus
Heboh di Medsos, Dugaan Pemukulan Oknum Guru MTs di Kudus Akhirnya Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Viral Guru Tendang Kepala Siswa, Dinas Pendidikan Demak Langsung Investigasi
Bejat! Oknum Kades di Kudus Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak Kandung
JPPA Kudus Kuatkan Upaya Antisipasi Kasus Kekerasan Siber di Lingkungan Sekolah
Alami KDRT, Nenek di Kudus Meninggal Dunia di Tangan Suaminya
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:35 WIB

Sepanjang 2025, Dinsos P3AP2KB Kudus Tangani 25 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Rabu, 27 Agustus 2025 - 17:53 WIB

Wartawan Bukan Musuh! Polri Tegas Ingatkan Jajaran Lindungi Jurnalis Saat Bertugas

Senin, 25 Agustus 2025 - 14:20 WIB

Polisi Bentrok dengan Massa di Depan Pendapa Kudus

Senin, 11 Agustus 2025 - 14:23 WIB

Heboh di Medsos, Dugaan Pemukulan Oknum Guru MTs di Kudus Akhirnya Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Rabu, 11 Juni 2025 - 15:35 WIB

Viral Guru Tendang Kepala Siswa, Dinas Pendidikan Demak Langsung Investigasi

Berita Terbaru