JPPA Kudus Kuatkan Upaya Antisipasi Kasus Kekerasan Siber di Lingkungan Sekolah

- Jurnalis

Selasa, 3 September 2024 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Gedung PBG Kudus. (Foto: J05)

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Gedung PBG Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan fokus pada lingkungan sekolah.

Acara ini dilaksanakan di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) pada hari Selasa, melibatkan guru bimbingan konseling (BK) dan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) jenjang SMP dan SMA di Kudus, Selasa, 3/08/2024.

Ketua JPPA Kabupaten Kudus, Noor Haniah, menjelaskan bahwa sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus bullying atau kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berasal dari siber atau dunia maya.

“Jadi rasa keprihatinan kami terhadap kasus kekerasan, sehingga kita adakan edukasi dan sosialisasi ini,” katanya.

Haniah juga mencatat adanya kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SD oleh temannya sendiri, yang diduga terjadi akibat paparan konten pornografi di internet.

“Karena mungkin orangtua dalam pengawasannya kurang, dia melihat video porno dan yang menjadi korban temannya, terjadi pelecehan seksual,”

Baca Juga :  Cegah E-Coli, DKK Kudus Minta SPPG Periksa Air Setiap Bulan

Kondisi itu menggambarkan pentingnya pendidikan keluarga sebagai langkah awal dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif. Dengan kemudahan akses sosial media, orangtua perlu lebih aktif dalam upaya pengawasan.

“Jadi peran keluarga juga penting, karena pendidikan pertama kan di keluarga. Sekarang sosial media terbuka luas, siapapun bisa mengakses jadi perlu perhatian orangtua,” tuturnya.

JPPA juga mengingatkan seluruh sekolah di Kabupaten Kudus untuk menangani kasus bullying dengan serius.

Selain fokus pada lingkungan sekolah, JPPA sebelumnya telah bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menciptakan pesantren yang ramah anak serta berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK di Kecamatan Kaliwungu.

Dengan sosialisasi ini, JPPA berharap Kabupaten Kudus dapat menjadi daerah yang minim kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai lingkungan, termasuk sekolah, pondok pesantren, tempat kerja, dan masyarakat umum. (J05/A01)

Berita Terkait

Sepanjang 2025, Dinsos P3AP2KB Kudus Tangani 25 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Wartawan Bukan Musuh! Polri Tegas Ingatkan Jajaran Lindungi Jurnalis Saat Bertugas
Polisi Bentrok dengan Massa di Depan Pendapa Kudus
Heboh di Medsos, Dugaan Pemukulan Oknum Guru MTs di Kudus Akhirnya Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Viral Guru Tendang Kepala Siswa, Dinas Pendidikan Demak Langsung Investigasi
Bejat! Oknum Kades di Kudus Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak Kandung
Alami KDRT, Nenek di Kudus Meninggal Dunia di Tangan Suaminya
Pelaku Tabrak Polisi Hingga Seret 1KM Terancam Hukuman 2,5 Tahun Penjara
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:35 WIB

Sepanjang 2025, Dinsos P3AP2KB Kudus Tangani 25 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Rabu, 27 Agustus 2025 - 17:53 WIB

Wartawan Bukan Musuh! Polri Tegas Ingatkan Jajaran Lindungi Jurnalis Saat Bertugas

Senin, 25 Agustus 2025 - 14:20 WIB

Polisi Bentrok dengan Massa di Depan Pendapa Kudus

Senin, 11 Agustus 2025 - 14:23 WIB

Heboh di Medsos, Dugaan Pemukulan Oknum Guru MTs di Kudus Akhirnya Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Rabu, 11 Juni 2025 - 15:35 WIB

Viral Guru Tendang Kepala Siswa, Dinas Pendidikan Demak Langsung Investigasi

Berita Terbaru