Menu

Mode Gelap
Belasan Seniman Lukis Ikuti Mural Festival Pijar Park Barber On The Street, Cara Unik Pemuda Kudus Bantu Sesama Warga Pedurungan Utara Terima Bedah Rumah dari Kompol Eko Rubiyanto Kompol Eko Rubiyanto Gelar Baksos di Panti Cacat Ganda Bobol Tembok Alfamart, Rokok dan Susu Formula Digasak Maling

Politik · 10 Apr 2021 14:46 WIB ·

Sambut Hari Jadi, Bawaslu Demak Canangkan Desa Anti Politik Uang


 Deklarasi Desa Anti Politik Uang (Foto:J19) Perbesar

Deklarasi Desa Anti Politik Uang (Foto:J19)

Jurnalpantura.id, Demak – Menyambut HUT Bawaslu ke 13, Bawaslu Kabupaten Demak meresmikan desa anti politik uang di Desa Mojosimo Kecamatan Gajah, Jum’at 09/04/2021.

Seperti diketahui, politik uang kini seperti jamak dilakukan untuk mendulang suara saat pilkada dan pileg bahkan pilkades.

Ketua Bawaslu Demak Khoirul Saleh, mengatakan, saat ini bentuk politik uang banyak macam dan ragamnya.

“Modus politik uang banyak macamnya diantaranya adalah janji akan dibangunkan jalan jembatan dan infrastruktur, itu semua dapat dikatakan politik uang. Sebab dijanjikan sesuatu untuk memenangkan yang bersangkutan,” kata Khoirul.

Menurut Khoirul, untuk mencegah maraknya politik uang harus ada cara untuk merubah mindset masyarakat agar tidak lagi bergantung pada politik uang.

“Bagaimana merubah mindset masyarakat seperti yang kita harapkan. Bahwasanya mereka harus memilih pemimpin yang benar-benar berkualitas untuk kesejahteraan mereka kelak,”ujar Khoirul.

“Bukan hanya pemimpin yang membagikan uang agar dipilih, karena jika terpilih mereka juga akan berusaha mengembalikan modal plus keuntungan dengan cara apa saja,” tegasnya.

Penandatanganan Deklarasi Desa Anti Politik Uang (Foto:J19)

Khoirul melanjutkan, faktor terjadinya politik uang, salah satunya adalah karena calon tidak punya keyakinan terhadap dirinya sendiri untuk menang. Sehingga mereka tidak memiliki nilai moral atau tidak peduli menang dengan cara tidak beradab karena ingin memperoleh jabatan.

Mengenai akan diadakannya Pemilihan kades antar waktu di Desa Mojosimo, Khoirul mengharapkan bahwa memilih bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga bentuk tanggung jawab pada lingkungan dan tuhan maka pergunakan dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan pemimpin yang amanah.

Politik uang membuat biaya semakin tinggi alias high cost dan bisa membuat pemimpin tersebut lupa mensejahterakan masyarakatnya.

“Sodakoh politik juga dapat dikatakan politik uang, karena disamarkan dengan kalimat sodakoh politik sehingga warga percaya dan mau menerimanya, padahal itu sama saja,” tutup Khoirul. (J19/A02)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Usai Pertemuan Prabowo-Cak Imin, DPC PKB dan DPC Gerindra Kudus Gelar Silaturahmi

22 Juni 2022 - 23:13 WIB

Terbukti Bawa Kemajuan, Emak-emak di Jateng Dukung Ganjar Jadi Presiden

21 Juni 2022 - 22:58 WIB

Enam Kali Mbolos Rapat di DPRD, Empat Anggota Fraksi Gerindra Kudus Dilaporkan ke BK

21 Juni 2022 - 22:40 WIB

Generasi Milenial Menjadi Penentu Kehidupan Politik yang Beradab

15 April 2022 - 04:28 WIB

Rolling Komisi DPRD Kudus Rampung

11 April 2022 - 07:16 WIB

Dikeroyok Pendukung Kades Lain, Suami Anggota DPRD Kudus Laporkan Pengroyok ke Polisi

30 Maret 2022 - 18:04 WIB

Trending di Kriminalitas