Realisasi Investasi Kudus Capai Rp 1,37 Triliun, Serap 12.074 Pekerja


- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Fitrianto. (Foto: J05)

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Fitrianto. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp1,37 triliun pada triwulan II 2026. Dari ribuan proyek yang berjalan di berbagai bidang usaha, investasi tersebut berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi 12.074 tenaga kerja.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Muhammad Fitrianto, menyampaikan bahwa peningkatan investasi memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Kehadiran investasi dinilai mampu mendorong perkembangan usaha sekaligus memberikan peluang kerja bagi masyarakat setempat.

”Ya pasti, dengan adanya investasi akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat dan penyerapan tenaga kerja,” katanya, Kamis, 8/10/2026.

Data DPMPTSP Kudus menunjukkan, total realisasi investasi tersebut berasal dari 7.380 proyek yang tersebar di berbagai sektor. Industri menjadi sektor dengan kontribusi paling besar, yakni mencapai Rp1,008 triliun atau sekitar 73,3 persen dari keseluruhan investasi yang masuk ke Kabupaten Kudus.

Selain menyumbang nilai investasi terbesar, sektor industri juga menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak dengan jumlah 6.127 orang. Angka tersebut berasal dari 3.641 proyek, yang menunjukkan besarnya peran sektor industri dalam menopang aktivitas ekonomi dan menyediakan kesempatan kerja di daerah.

Sektor perdagangan besar dan eceran menempati urutan berikutnya dengan nilai investasi Rp180,77 miliar atau 13,1 persen dari total realisasi. Sektor yang mencakup 2.222 proyek tersebut mampu menyerap 3.277 tenaga kerja, sehingga turut memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Kudus.

Kontribusi investasi juga terlihat pada sektor kesehatan dan aktivitas sosial yang mencatatkan nilai Rp51,91 miliar dari 33 proyek dengan serapan 647 pekerja. Sementara itu, sektor penyediaan akomodasi serta makan minum membukukan investasi Rp26,51 miliar melalui 126 proyek dan menyerap 521 tenaga kerja.

Baca Juga :  Investasi Kudus Terkendala Lahan, Bupati Sam’ani Lirik Konsep Industri Bertingkat

Fitrianto menilai perkembangan investasi di Kudus sepanjang tahun ini menunjukkan tren yang positif. Namun, berdasarkan kondisi yang ada, penanaman modal masih didominasi oleh usaha berskala mikro.

”Trennya seperti itu, hanya saja investasi masih didominasi usaha skala mikro,” ujarnya.

Berdasarkan persebaran wilayah, Kecamatan Kaliwungu mencatatkan nilai investasi tertinggi sebesar Rp537,48 miliar dengan penyerapan 3.788 tenaga kerja.

Kecamatan Jekulo berada di urutan berikutnya dengan investasi Rp302,16 miliar dan serapan 635 pekerja, disusul Kecamatan Jati dengan investasi Rp225,96 miliar dan Kecamatan Kota Kudus sebesar Rp185,03 miliar yang menyerap 1.958 pekerja.

Adapun investasi di Kecamatan Bae tercatat Rp43,6 miliar dengan 982 tenaga kerja, sedangkan Kecamatan Gebog mencapai Rp28,9 miliar dengan serapan 1.000 pekerja.

Kecamatan Mejobo membukukan investasi Rp22,65 miliar dan menyerap 692 pekerja, Kecamatan Dawe sebesar Rp16,5 miliar dengan 655 pekerja, serta Kecamatan Undaan senilai Rp14,3 miliar dengan 580 pekerja.

Capaian investasi tersebut memperlihatkan bahwa sektor industri masih menjadi tulang punggung penanaman modal sekaligus penyedia lapangan kerja di Kabupaten Kudus.

Meski demikian, dominasi usaha mikro menunjukkan perlunya penguatan kapasitas pelaku usaha agar dapat berkembang dan meningkatkan skala investasinya.

Dengan begitu, pertumbuhan investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (J05/A01)

Berita Terkait

Lampaui Target Tahunan, Investasi Kudus Buka 4.836 Lapangan Kerja Baru
Investasi Kudus Tembus Rp 3 Triliun hingga September 2026, Lampaui Target hingga 267,95 Persen
Investasi Kudus Terkendala Lahan, Bupati Sam’ani Lirik Konsep Industri Bertingkat
Proyek Eks Gedung Ngasirah Disorot karena Lambat, Pemkab: Kami Pastikan Tetap Jalan
Kudus Buka Peluang Investasi, Bupati Sam’ani Bertemu Calon Investor di Jakarta
Hingga Juni 2026, Investasi di Kudus Sentuh Rp 1,123 Triliun
Triwulan I 2026 Tembus Rp 70 Persen, Kudus Optimis Capai Target Investasi Rp 1,15 Triliun
Revitalisasi Eks Stasiun Wergu Dikebut, Billyard Dibuka Juni 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Lampaui Target Tahunan, Investasi Kudus Buka 4.836 Lapangan Kerja Baru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Investasi Kudus Tembus Rp 3 Triliun hingga September 2026, Lampaui Target hingga 267,95 Persen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Investasi Kudus Terkendala Lahan, Bupati Sam’ani Lirik Konsep Industri Bertingkat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Realisasi Investasi Kudus Capai Rp 1,37 Triliun, Serap 12.074 Pekerja


Senin, 21 September 2026 - 14:55 WIB

Proyek Eks Gedung Ngasirah Disorot karena Lambat, Pemkab: Kami Pastikan Tetap Jalan

Berita Terbaru