Jurnalpantura.id, Kudus – Kehadiran ruang baca anak yang dirancang dengan konsep menyenangkan menjadi daya tarik tersendiri di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kudus.
Ruang tersebut menghadirkan suasana yang ceria, penuh warna, serta dilengkapi berbagai fasilitas yang membuat anak-anak betah berlama-lama membaca.
Dengan suasana yang dibuat nyaman dan atraktif, pengunjung diajak merasakan pengalaman membaca layaknya berwisata edukasi.
Konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk menarik minat masyarakat agar datang ke perpustakaan sekaligus memanfaatkan fasilitas literasi yang tersedia.
Pengunjung, terutama anak-anak, dibuat merasa seolah sedang berwisata, bukan sekadar membaca buku. Strategi ini dinilai efektif untuk menumbuhkan minat baca sejak dini sekaligus memberikan ruang rekreasi edukatif bagi masyarakat.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kudus, Mutrikah, menyebut bahwa perpustakaan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menyediakan fasilitas yang memadai bagi masyarakat untuk bermain, berekreasi, sekaligus membaca.
Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari tahapan dalam mendukung tujuan pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di Kabupaten Kudus, pembangunan layanan perpustakaan juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa gedung layanan perpustakaan umum.
“Perpustakaan ini terbuka bagi seluruh masyarakat, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun pengunjung internasional. Masyarakat dapat datang secara gratis selama jam operasional yang telah ditetapkan,” ujar Mutrikah, belum lama ini.
Selain ruang baca anak, perpustakaan juga dilengkapi fasilitas ruang mini teater yang dapat dimanfaatkan oleh rombongan pengunjung.
Film yang diputar biasanya disesuaikan dengan kebutuhan pemustaka, mulai dari konten edukasi bagi anak-anak hingga materi pembelajaran bagi remaja.
Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi, bahkan pada awal pembukaan jumlah pengunjung sempat mencapai lebih dari 700 orang per hari, termasuk pengunjung dari daerah sekitar seperti Demak, Jepara, dan Pati. (J05/A01)










