Jurnalpantura.id, Kudus – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kudus memanfaatkan momentum libur sekolah dengan menghadirkan kelas menggambar dan mewarnai gratis bagi anak-anak.
Program yang digelar setiap Minggu pagi ini menjadi salah satu upaya mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Kegiatan tersebut terbuka bagi anak usia dini dan dipandu oleh seorang relawan yang memiliki kemampuan di bidang seni. Melalui kelas ini, peserta diajak mengembangkan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan menggambar dan mewarnai sejak dini.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus, Mutrikah, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Perpusda dalam menyediakan ruang belajar yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa dipungut biaya.
“Kita ingin menghadirkan program yang bisa dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan, termasuk anak-anak, jadi hari Minggu kita jadwalkan untuk kelas menggambar dan mewarnai secara gratis,” ujar Mutrikah, Selasa, 7/7/2026.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Sedikitnya sepuluh anak rutin mengikuti kelas menggambar dan mewarnai setiap pekan di gedung Perpusda Kudus.
Mutrikah menjelaskan, Perpusda kini tidak hanya difungsikan sebagai tempat membaca atau meminjam buku.
Pihaknya terus mengembangkan berbagai program agar perpustakaan menjadi ruang publik yang inklusif untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan masyarakat.
Upaya tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat ke Perpusda. Selama masa libur sekolah, angka kunjungan bahkan mencapai sekitar 300 orang setiap hari.
“Rata-rata kunjungan di Perpusda setiap harinya mencapai 200 sampai 300 pengunjung,” tuturnya.
Selain kelas menggambar dan mewarnai, Perpusda Kudus juga menyelenggarakan berbagai pelatihan gratis lainnya, seperti kelas merajut, pipecleaner, menulis fiksi, seni tari, senam lansia, English Fun Learning, digital marketing, pengajian, mental health, hingga mini green class.
“Seluruh kelas pelatihan kita hadirkan secara gratis, jadi pelatihnya itu ya relawan,” pungkas Mutrikah. (J05/A01)










