Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus bersiap menggelar Safari Literasi bersama sastrawan nasional Heri Hendrayana Harris atau Gol A Gong pada 18–19 Agustus 2026.
Agenda tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus upaya memperkuat budaya membaca di Kabupaten Kudus.
Kegiatan yang mengusung konsep “Book and Beyond” ini tidak hanya menghadirkan bedah buku karya Gol A Gong.
Berbagai aktivitas kreatif juga akan meramaikan acara, mulai dari musikalisasi puisi, performance art, talk show, mini bazar, hingga pertunjukan seni yang melibatkan komunitas literasi dan pegiat seni lokal.
Kepala Dinas Arpusda Kudus, Mutrikah, mengatakan penyelenggaraan safari literasi merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai komunitas sebagai langkah memperluas gerakan literasi di daerah.
Menurutnya, literasi tidak hanya identik dengan membaca buku, tetapi juga dapat diwujudkan melalui beragam aktivitas seni dan budaya.
“Kami ingin budaya membaca buku masih digalakkan, terutama bagi anak-anak muda di Kudus, tentu dengan menggandeng banyak komunitas dan pegiat sastra termasuk kedatangan Gol A Gong,” ujar Mutrikah.
Ia berharap kehadiran Gol A Gong mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan sekaligus memotivasi generasi muda agar lebih dekat dengan buku.
Melalui tokoh yang dikenal aktif mengampanyekan gerakan literasi nasional itu, Arpusda ingin menghadirkan suasana belajar yang lebih menarik dan inspiratif.
Selama dua hari pelaksanaan, Gol A Gong dijadwalkan mengikuti sejumlah kegiatan, termasuk pelatihan kepenulisan bagi pelajar SMA sederajat.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi siswa mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menumbuhkan kreativitas.
Tak hanya menyasar peserta didik, Arpusda juga melibatkan guru, budayawan, pekerja seni, hingga komunitas literasi dalam rangkaian kegiatan.
Kolaborasi lintas elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kabupaten Kudus.
Mutrikah menilai pembiasaan membaca harus dimulai sejak usia dini melalui dunia pendidikan. Karena itu, sekolah dipandang memiliki peran penting dalam menanamkan budaya literasi kepada generasi muda.
“Menumbuhkan literasi sejak dini, bisa dimulai dari pendidikan, melibatkan pelajar dan guru terlibat langsung dalam kegiatan literasi,” katanya.
Menurutnya, konsep “Book and Beyond” dipilih untuk menunjukkan bahwa buku bukan sekadar sumber pengetahuan, tetapi juga menjadi pintu lahirnya kreativitas, inovasi, dan kemampuan seseorang untuk terus berkembang.
Arpusda berharap Safari Literasi bersama Gol A Gong tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.
Melalui kegiatan yang melibatkan banyak komunitas tersebut, perpustakaan diharapkan semakin berkembang menjadi ruang kolaborasi, pusat aktivitas kreatif, sekaligus penggerak budaya literasi yang terus tumbuh di Kabupaten Kudus. (J05/A01)










