Pemprov Jateng Luncurkan Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026, Wujudkan Pesantren Obah yang Berdaya Saing

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jateng, Ahmad  Luthfi (kanan) didampingi Wagub Jateng, Taj Yaisn Maimoen (kiri) saat menghadiri kegiatan Jateng Bersholawat di Alun-alun Simpang 7 Kudus pada Selasa malam (21/10/2025). (Foto: Istimewa)

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi (kanan) didampingi Wagub Jateng, Taj Yaisn Maimoen (kiri) saat menghadiri kegiatan Jateng Bersholawat di Alun-alun Simpang 7 Kudus pada Selasa malam (21/10/2025). (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen resmi meluncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dalam acara Jateng Bersholawat di Alun-alun Simpang 7 Kudus, Selasa malam (21/10/2025).

Peluncuran program ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, sekaligus mewujudkan pesantren yang dinamis, mandiri, dan berdaya saing melalui program unggulan Pesantren Obah.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, malam ini kami meluncurkan program prioritas beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi didampingi Taj Yasin, disambut riuh tepuk tangan ribuan hadirin.

Program beasiswa ini bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), sebuah lembaga yang beranggotakan para kiai, pengasuh pesantren, serta intelektual Islam yang memiliku kepedulian terhadap penguatan pendidikan pesantren.

Melalui program beasiswa yang disiapkan, Pemprov Jateng menawarkan berbagai jenis beasiswa, mulai dari biaya kuliah S1 dalam negeri untuk bidang Kedokteran, Pertanian, Sains, Teknologi, Teknik, Matematika, dan Keislaman, hingga beasiswa S1 dan vokasi luar negeri di negara seperti Turki, India, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Fasilitas beasiswa luar negeri mencakup biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket pulang-pergi. Selain itu, tersedia pula beasiswa S1 double degree untuk sains dan teknologi, S1 Keislaman luar negeri, serta S2 dalam negeri untuk bidang Keislaman, Humaniora, dan Saintek.

“Program Pesantren Obah ini tidak hanya mendidik santri secara akhlak dan spiritual, tetapi juga menjadikan pesantren sebagai pusat inovasi, ilmu pengetahuan, dan kemandirian ekonomi umat,” tambah Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Santri Berperan Aktif Cegah Radikalisme

Ia menegaskan, program ini menargetkan 5.570 pesantren di Jawa Tengah untuk menjadi garda terdepan dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Acara Jateng Bersholawat, yang menjadi bagian dari peringatan HSN 2025 tadi malam, turut dimeriahkan oleh kehadiran Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dan Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam).

Dalam kesempatan ini, Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan prestasi sebesar Rp150 juta kepada khafilah musabaqoh tilawatil qutub Jawa Tengah yang meraih juara dua.

Ia juga mengenang Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, yang menegaskan peran heroik santri dan kiai dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Peringatan Hari Santri Nasional adalah momentum untuk menghargai kontribusi santri sebagai benteng terakhir bangsa. Bersholawat malam ini adalah cara kita memuliakan perjuangan mereka,”ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah bupati, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kudus selaku tuan rumah, Bupati Pati, Jepara, Blora, Kendal, Sukoharjo, dan perwakilan bupati lainnya. Ribuan santri dan masyarakat turut memadati Alun-alun Kudus, menambah semarak peringatan HSN 2025.

Program Pesantren Obah dan beasiswa ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam mencetak santri profesional yang unggul dalam ilmu agama sekaligus mampu bersaing di berbagai bidang strategis, memperkuat posisi pesantren sebagai pilar pendidikan dan pembangunan bangsa. (J03/A01)

Berita Terkait

Haul Mbah Mutamakin Digelar 22-26 Juni 2026, Yayasan Syekh Mutamakin Siapkan Rangkaian Kegiatan Keagamaan
Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Pati Dimulai 16 Juni, Satu Jemaah Dilaporkan Wafat
Tak Pakai Plastik, UMKU Distribusikan 2.300 Daging Kurban dalam Balutan Daun Jati
Iduladha 1447 H, Menara Kudus Sembelih 16 Kerbau dan 37 Kambing di Hari Tasyrik
Dokter Hewan Disiagakan Untuk Awasi Pemotongan Hewan Kurban
Carut Marut Kasus Ponpes Al Chalimi, Kemenag Kudus Pastikan Santri Masih Aktif Peroleh Hak Pendidikan
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret, Kemenag Lakukan Rukyatul Hilal
Pantauan di MAN 2 Kudus: Hilal Tak Terlihat, Penetapan Ramadan Tunggu Pemerintah
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:10 WIB

Haul Mbah Mutamakin Digelar 22-26 Juni 2026, Yayasan Syekh Mutamakin Siapkan Rangkaian Kegiatan Keagamaan

Senin, 8 Juni 2026 - 14:50 WIB

Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Pati Dimulai 16 Juni, Satu Jemaah Dilaporkan Wafat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:47 WIB

Tak Pakai Plastik, UMKU Distribusikan 2.300 Daging Kurban dalam Balutan Daun Jati

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:11 WIB

Iduladha 1447 H, Menara Kudus Sembelih 16 Kerbau dan 37 Kambing di Hari Tasyrik

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:22 WIB

Dokter Hewan Disiagakan Untuk Awasi Pemotongan Hewan Kurban

Berita Terbaru