oleh

Paska Banjir, PWI Kudus Bersama Superindo Salurkan Bantuan Pembersih Lantai Untuk Korban Banjir

Jurnalpantura.id, Kudus – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus salurkan bantuan paska banjir untuk warga Des Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Bantuan tersebut secara simbolis diterima oleh Kepala Desa Temulus, Suharto untuk kemudian dibagikan kepada warga yang terdampak banjir. Jum’at 05/03/2021.

Bantuan paska banjir ini kerjasama PWI Kudus dengan Superindo, salah stau supermarket besar di Kota Kretek.

Ketua Panitia acara Baksos PWI Kudus, Burhanuddin Firdaus mengungkapkan kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian para wartawan Kudus kepada para warga yang terdampak banjir.

Pemilihan waktu paska banjir juga dimaksudkan agar warga selalu merasa terbantu, bahkan selepas banjir menggenangi rumah mereka.

“Hari ini PWI bersama Superindo menyalurkan bantuan 195 bungkus sabun lantai untuk para korban banjir di Temulus.” Kata Burhan yang juga merupakan jurnalis dari Jateng Pos.

Kepala Desa Temulus, Suharto, berterima kasih kepada para wartawan Kudus yang peduli terhadap musibahn banjir yang melanda desanya. Pihaknya berharap bantuan paska banjir ini bisa bermanfaat bagi warga Desa Temulus yang telah dilanda banjir selama 6 hari lamanya.

Warga yang terdampak, papar Suharto, ada sekitar 375 rumah yang tersebar dari RT 1 hingga RT 3 RW 3. Namun saking besarnya air yang meluap dari sungai yang ada di deaa tersebut, hampir semua RW mengalami musibah banjir.

“Karena besarnya banjir, hampir merata semuanya kena banjir,” kata Suharto.

Meski kenyataan yang ada seperti itu, Suharto mengatakn bahwa tidak ada warga desanya yang mengungsi. Pihaknya hanya menyiapkan dapur umum selama 6 hari untuk menyuplai kebutuhan makan para warga yang terdampak banjir.

“Tidak, tidak ada yang mengungsi. Kita hanya membuka dapur umum selama 6 hari. Mungkin dengan paska banjir ini kita akan data lagi mereka yang sebelumnya terdampak banjir dan ketahanan pangan mereka terganggu, kita akan data lagi,” jelasnya.

Dari pantauan media, terlihat sudah tidak ada rumah yang terendam banjir.

Namun, genangan air masih terlihat menggenangi persawahan para warga.

Suharto menyebut ada sekitar 221 hektare sawah warganya yang masih tergenang banjir.

“Khusus area yang ditanami padi ada sekitar 45 hektare. Total kerugian, jika per petak itu dihargai Rp 5 juta, ya sekitar Rp 200 juta lebih,” pungkasnya. (J02/A01

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed