Jurnalpantura.id, Kudus – Nenek berusia 89 tahun yang ditemukan di kamar mandi rumahnya di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, Senin (23/1/2023) pagi sekitar 08.00 WIB, dinyatakan meninggal dunia lantaran penyakit Hipertensi yang dideritanya.
Kapolsek Jati AKP Deni Dwi Noviandi menyebut bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda pembunuhan dalam tubuh korban bernama Oh Kiem Hwa (89). Berdasarkan pemeriksaan dokter Umi Zulfiati dari puskesmas Jati, korban meninggal diduga karena penyakit Hipertensi.
“Korban kemungkinan ada penyakit penyerta yaitu Hipertensi karena merupakan pasien rutin Puskesmas Jati,” ujar Kapolsek Jati saat dimintai keterangan, Senin (23/1/2023).
Pihaknya menerangkan, saat dilakukan pengecekan oleh petugas medis dari Puskesmas Jati, korban meninggal dunia sekitar 2 jam sebelum ditemukan. Korban mengenakan baju hitam motif bunga dan celana panjang warna coklat saat ditemukan.
“Korban dalam posisi terduduk di kloset duduk dan kepala tersandar di dinding kamar mandi,” tuturnya.
Menurut penuturan saksi mata, Taufiq menerangkan, korban pertama kali ditemukan olehnya sekitar pukul 08.00 WIB. Dirinya yang curiga lantaran korban yang tidak memakan makanannya selama dua hari, langsung berinisiatif mendobrak pintu rumah korban.
“Saat saya masuk, ternyata sudah meninggal dunia di kamar mandi dengan masih dalam kondisi duduk di atas kloset,” tuturnya, Senin (23/1/2023).
Padahal, lanjut Taufiq, pada malam sebelumnya, Minggu (22/1/2023), korban dikabarkan masih keluar untuk memakan sate di warung yang ada di depan rumahnya di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus.
“Dilapori pak RW itu makanan yang dikasih tidak dimakan selama dua hari, itu masih di meja. Tapi tadi malam masih keluar untuk makan sate,” jelasnya.
Taufiq menyebut bahwa korban tidak memiliki suami ataupun sanak saudara yang menilik kondisinya. Korban bertahan hidup dari belas kasih dari para tetangga dan bantuan dari pemerintahan.
“Tidak ada saudara yang mengurus, saudaranya pada jauh di Surabaya. Korban juga tidak punya suami dan selama ini dikasih makan sama lingkungan sekitar,” ujarnya. (J05/A01)










