Jurnalpantura.id, Kudus – Situs Sumur Gentong mulai dikenalkan secara masif oleh masyarakat di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Salah satunya dengan penyelenggaraan Kirab Budaya yang digelar tiap tanggal 1 Muharam.
Situs Sumur Gentong menjadi sakral, lantaran merupakan Situs Sumur Gentong yang merupakan peninggalan Bupati Kudus pertama, yakni Raden Muhammad Amiruddin Hasan Bin Raden Fatah. Usianya kini bahkan lebih dari 500 tahun.
“Ke depan akan kita kembangkan lagi sebagai destinasi wisata. Karena ini merupakan peninggalan bersejarah dan banyak dipercayai oleh masyarakat itu airnya mengandung khasiat,” ujar Tokoh Masyarakat Desa Loram Wetan, Subarkah.
Niatan itu pun disambut baik oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa yang juga merupakan warga asli Desa Loram Wetan. Pihaknya meminta agar masyarakat bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, bila ingin niatan itu terwujud.
“Tentu harus kita bangun bersama, baik itu dari bupati, DPRD, masyarakat, dinas terkait agar bisa sama-sama bersinergi. Kalau mau membesarkan Situs Sumur Gentong tidak terlalu susah, asalkan sama-sama,” ujarnya.
Pihaknya yang ikut dalam acara Kirab Budaya Situs Sumur Gentong pada Minggu 1/07/2024 di Desa Loram Wetan, mengatakan bahwa ada potensi wisata religi yang bisa dikembangkan dari situs peninggalan Bupati Kudus yang pertama itu.
“Ini juga menjadi rintisan sejak 10 tahun yang lalu. Kalau bicara tentang potensi, destinasi wisata di Kudus itu sangat besar. Kalau melihat asal usulnya, Sumur Gentong kan sumur yang tidak pernah mati, ini potensi yang besar juga,” tambahnya.
Musthofa pun berpesan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kudus, dalam hal ini termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta masyarakat agar bisa mengoptimalkan potensi yang ada di Situs Sumur Gentong.
Dukungan serupa juga hadir dari Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah sekaligus penggagas Kirab Budaya Situs Sumur Gentong Desa Loram Wetan, Mawahib. Pihaknya berharap pemerintah bisa hadir untuk memberikan solusi jangka panjang.
“Pemerintah harus hadir dan memikirkan jangka panjang, solusi bagaimana pengembangan Situs Sumur Gentong ini bisa menjadi destinasi wisata di Kudus,” tuturnya.
Mawahib mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendukung dengan anggaran sekita Rp 100 juta dalam penyelenggaran kegiatan kebudayaan di Desa Loram Wetan. Termasuk pelaksanaan Kirab Budaya Situs Sumur Gentong Desa Loram Wetan.
“Ini bentuk dukungan kami, dan semoga ke depan bisa lebih berkembang lagi menjadi destinasi wisata religi di Kudus,” tukasnya. (j05/A01)










