Jurnalpantura.id, Kudus – Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah (LPCRM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyiapkan program akademi marbot untuk mendorong pengelolaan masjid agar menjadi makmur dan memakmurkan.
Ketua LPCRM PP Muhammadiyah, Muhamad Jamaludin Ahmad mengungkapkan, hanya sedikit masjid yang dikelola dengan profesional. Dimana masjid tersebut sudah mandiri dalam pendanaan, dan bisa menggaji pegawainya termasuk imam dan marbot.
Akademi marbot masjid, kata Jamal, akan menjadi program perdana di PP Muhammadiyah untuk membentuk masjid yang makmur memakmurkan. Program ini akan dilakukan mulai Juni 2024 mendatang, dengan melatih 10 masjid di Indonesia.
“Angkatan pertama nanti 10 orang, terdiri dari 50 peserta yang mana masing-masing masjid itu ada 5 peserta,” katanya, Jumat (10/5/2024).
Adapun marbot yang diberikan kesempatan untuk mengikuti akademi, yakni yang bertugas di masjid yang sudah mapan secara finansial. Seperti masjid rumah sakit atau kas yang tergolong mapan. Sehingga, pengelolaannya bisa dilakukan dengan profesional.
“Masjid yang sudah ada atau yang mampu (secara finansial) seperti di rumah sakit, akan kita dorong yang agar makmur masjid,” ujarnya.
Jamal melanjutkan bahwa untuk bisa mengikuti pelatihan marbot, peserta harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan. Salah satunya, berusia maksimal 35 tahun.
Pihaknya pun menargetkan akan dilaksanakan pelatihan untuk empat angkatan di tahun 2024. Pelaksanaan sendiri akan bekerjasama dengan Lazismu di Masjid Al Falah, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mulai 1-8 Juni 2024 untuk angkatan pertama.
Setelah mendapatkan pelatihan selama delapan hari, marbot tersebut akan dikawal selama satu tahun bertugas. Apabila ada perubahan baik dalam pengelolaan masjid, maka akan dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikasi. (J05/A01)










