Muhammadiyah Siapkan Akademi Marbot, Bekali Tata Kelola Masjid Profesional

- Jurnalis

Jumat, 10 Mei 2024 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Workshop nasional pengembangan ekonomi di Covention Hall Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus. (Foto:J05)

Workshop nasional pengembangan ekonomi di Covention Hall Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah (LPCRM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyiapkan program akademi marbot untuk mendorong pengelolaan masjid agar menjadi makmur dan memakmurkan.

Ketua LPCRM PP Muhammadiyah, Muhamad Jamaludin Ahmad mengungkapkan, hanya sedikit masjid yang dikelola dengan profesional. Dimana masjid tersebut sudah mandiri dalam pendanaan, dan bisa menggaji pegawainya termasuk imam dan marbot.

Akademi marbot masjid, kata Jamal, akan menjadi program perdana di PP Muhammadiyah untuk membentuk masjid yang makmur memakmurkan. Program ini akan dilakukan mulai Juni 2024 mendatang, dengan melatih 10 masjid di Indonesia.

“Angkatan pertama nanti 10 orang, terdiri dari 50 peserta yang mana masing-masing masjid itu ada 5 peserta,” katanya, Jumat (10/5/2024).

Adapun marbot yang diberikan kesempatan untuk mengikuti akademi, yakni yang bertugas di masjid yang sudah mapan secara finansial. Seperti masjid rumah sakit atau kas yang tergolong mapan. Sehingga, pengelolaannya bisa dilakukan dengan profesional.

Baca Juga :  Gandeng Mahasiswa, Dosen KPI IAIN Kudus Adakan Fun Game pada Milad ke-5 Majelis Taklim Raudlotul Ummahat

“Masjid yang sudah ada atau yang mampu (secara finansial) seperti di rumah sakit, akan kita dorong yang agar makmur masjid,” ujarnya.

Jamal melanjutkan bahwa untuk bisa mengikuti pelatihan marbot, peserta harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan. Salah satunya, berusia maksimal 35 tahun.

Pihaknya pun menargetkan akan dilaksanakan pelatihan untuk empat angkatan di tahun 2024. Pelaksanaan sendiri akan bekerjasama dengan Lazismu di Masjid Al Falah, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mulai 1-8 Juni 2024 untuk angkatan pertama.

Setelah mendapatkan pelatihan selama delapan hari, marbot tersebut akan dikawal selama satu tahun bertugas. Apabila ada perubahan baik dalam pengelolaan masjid, maka akan dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikasi. (J05/A01)

Berita Terkait

Haul Mbah Mutamakin Digelar 22-26 Juni 2026, Yayasan Syekh Mutamakin Siapkan Rangkaian Kegiatan Keagamaan
Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Pati Dimulai 16 Juni, Satu Jemaah Dilaporkan Wafat
Tak Pakai Plastik, UMKU Distribusikan 2.300 Daging Kurban dalam Balutan Daun Jati
Iduladha 1447 H, Menara Kudus Sembelih 16 Kerbau dan 37 Kambing di Hari Tasyrik
Dokter Hewan Disiagakan Untuk Awasi Pemotongan Hewan Kurban
Carut Marut Kasus Ponpes Al Chalimi, Kemenag Kudus Pastikan Santri Masih Aktif Peroleh Hak Pendidikan
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret, Kemenag Lakukan Rukyatul Hilal
Pantauan di MAN 2 Kudus: Hilal Tak Terlihat, Penetapan Ramadan Tunggu Pemerintah
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:10 WIB

Haul Mbah Mutamakin Digelar 22-26 Juni 2026, Yayasan Syekh Mutamakin Siapkan Rangkaian Kegiatan Keagamaan

Senin, 8 Juni 2026 - 14:50 WIB

Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Pati Dimulai 16 Juni, Satu Jemaah Dilaporkan Wafat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:47 WIB

Tak Pakai Plastik, UMKU Distribusikan 2.300 Daging Kurban dalam Balutan Daun Jati

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:11 WIB

Iduladha 1447 H, Menara Kudus Sembelih 16 Kerbau dan 37 Kambing di Hari Tasyrik

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:22 WIB

Dokter Hewan Disiagakan Untuk Awasi Pemotongan Hewan Kurban

Berita Terbaru