Modus MLM Digital, Tiga Warga Kudus Diduga Tipu Banyak Orang Lewat Aplikasi WPOne

- Jurnalis

Jumat, 11 April 2025 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Pengacara Taufiqur Rohman bersama korban investasi bodong. (Foto: JP)

Foto Pengacara Taufiqur Rohman bersama korban investasi bodong. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Skema multi level marketing (MLM) berbasis digital melalui aplikasi investasi WPOne diduga menjadi alat bagi tiga warga Kudus untuk menipu banyak orang.

Ketiganya, berinisial AA alias G, AWH, dan S, telah dilaporkan ke Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah oleh sejumlah korban yang merasa dirugikan.

Investasi yang berjalan sejak pertengahan 2024 itu memanfaatkan aplikasi bernama WPOne (World Pay One) dan menawarkan keuntungan tetap sebesar 2 persen per hari kepada para anggota yang menyetorkan uang secara rutin.

Tak hanya itu, peserta juga dijanjikan berbagai hadiah menarik seperti gawai, motor, hingga mobil, sesuai dengan nominal top up yang dilakukan.

“Modelnya seperti MLM, tapi dikemas dalam bentuk aplikasi. Jadi setiap nasabah yang setor uang, dijanjikan imbal balik harian plus bonus kalau bisa mengajak orang lain,” ujar kuasa hukum korban, Taufiqur Rohman, Jumat (11/4).

Menurut Taufiqur, sasaran dari praktik ini cukup luas. Mulai dari ASN, pelaku UMKM, hingga ibu rumah tangga ikut terjerat dalam bujuk rayu keuntungan cepat.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini korban yang tercatat baru sekitar 400 orang, namun jumlah sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar karena banyak yang belum melapor.

Baca Juga :  Kejurcab X Pagar Nusa Kudus Jadi Ajang Penjaringan Bibit Atlet Unggul

“Total kerugian dari laporan yang kami kumpulkan sekitar Rp 3 miliar. Tapi kalau dihitung dari semua jaringan mereka, angkanya bisa mendekati Rp 10 miliar,” jelasnya.

Salah satu pemicu keresahan muncul ketika para anggota tidak lagi bisa mencairkan dana mereka meskipun telah melakukan setoran. Puncaknya terjadi pada 14 Maret 2025, saat seluruh peserta dijanjikan pencairan dana massal, namun tidak ada realisasi sama sekali.

Salah seorang korban mengaku awalnya tergiur karena sistem sempat berjalan lancar. “Dulu waktu pertama ikut, uang memang masuk terus dan bonus juga ada. Tapi makin ke sini malah kacau. Tidak ada pencairan, bahkan hadiah yang dijanjikan pun hanya janji,” ungkapnya.

Bahkan pada 23 Maret lalu, sempat digelar pertemuan yang disebut sebagai agenda penyerahan hadiah bagi para nasabah aktif.

Namun kenyataannya, tidak ada satu pun hadiah yang diserahkan.

Laporan atas dugaan penipuan ini telah masuk ke Ditreskrimsus Polda Jateng. Para korban berharap aparat kepolisian segera bertindak cepat agar kerugian tidak semakin meluas dan pelaku bisa segera diproses hukum. (J02/A01)

Berita Terkait

Bayi Ditemukan di Pasuruhan Kidul, Bupati Kudus: Anak Itu Amanah, Segera Bertanggung Jawab
Akun Instagram Polres Kudus Diduga Diretas, Muncul Unggahan Jualan iPhone dan Emas
Warga Jepara Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel di Kaliwungu Kudus
Bupati Ajak Warga Rayakan Hari Jadi Kudus ke-476 dengan Menanam Pohon
Karangan Bunga Dukung Kudus Aman Terpasang di Pendopo, Pemdes Jepangpakis Tegaskan Tolak Anarkisme
Sterilisasi Area Menara, Disdag Kudus Tertibkan PKL Saat Buka Luwur
Mahasiswi UMKU Terjatuh ke Jurang Saat Mendaki, Kapolsek Gebog: Pencarian Dilanjutkan
Terkendala Medan Terjal, Pencarian Pendaki Terjatuh di Gunung Muria Dilanjut Hari Ini
Berita ini 430 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:34 WIB

Bayi Ditemukan di Pasuruhan Kidul, Bupati Kudus: Anak Itu Amanah, Segera Bertanggung Jawab

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:07 WIB

Akun Instagram Polres Kudus Diduga Diretas, Muncul Unggahan Jualan iPhone dan Emas

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:01 WIB

Warga Jepara Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel di Kaliwungu Kudus

Minggu, 21 September 2025 - 09:09 WIB

Bupati Ajak Warga Rayakan Hari Jadi Kudus ke-476 dengan Menanam Pohon

Rabu, 3 September 2025 - 19:41 WIB

Karangan Bunga Dukung Kudus Aman Terpasang di Pendopo, Pemdes Jepangpakis Tegaskan Tolak Anarkisme

Berita Terbaru