Jurnalpantura.id, Kudus – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah di Masjid Desa Glantengan, Kecamatan Kota Kudus pada Kamis 12/09/2924 menghadirkan K.H. Abdurrahman dari Dawe dan Kapolsek Kudus Kota Iptu Subkan.
Sebagai kegiatan tahunan, peringatan Maulid Nabi tahun ini menghadirkan pengisi acara dari ulama dan umaro, dengan tujuan masyarakat dapat mengambil hikmah Maulid dari sisi religi dan nasionalisme.
Iptu Subkhan dalam materinya menyampaikan bahwa dalam diri Nabi Muhammad SAW terdapat suri tauladan sebagaimana seharusnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Pemilihan Ideologi Pancasila dan bentuk negara NKRI sudah sesuai ajaran atau risalah yang dibawa oleh Nabi. Pancasila sendiri merupakan bentuk kesepakatan-kesepakatan yang bisa diterima seluruh pihak dan bersumber dari hukum agama dalam hal ini Al Qur’an sebagaimana Piagam Madinah,” ujar Iptu Subkan dihadapan warga Glantengan.
Demikian halnya bentuk negara NKRI tidak bertentangan dengan syariat karena Insya Alloh akan mampu mewujudkan Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur, sambung Subkhan, negara yang baik dan mendapat ampunan Tuhan yaitu negara yang mampu mewujudkan Maqosyid Syariat tujuan daripada syariat yang dibawa Nabi.
Lebih lanjut Iptu Subkhan menyampaikan bahwa yang lebih penting dari segalanya adalah suri tauladan tentang akhlak Nabi Muhammad SAW, bagaimana kita terus dan berusaha untuk menjadi pribadi yang baik sehingga keberadaan kita bermanfaat untuk masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, Kalau setiap diri memiliki pribadi atau karakter baik maka akan jauh dari sifat benci sehingga kondusifitas kamtibmas akan terwujud.
“Teruslah berbuat baik dan bermanfaat, karena kita memiliki sejuta alasan untuk melakukannya,” pesan Iptu Subkhan.
Ditempat yang sama K.H. Abdurohman lebih menekankan kepada akhlak perilaku sehari-hari yang harus kita lakukan sebagai bentuk keteladanan, mencontoh dan mengaplikasikan akhlak Nabi Muhammad SAW. (J02/A01)










