Jurnalpantura.id, Kudus – Keterbatasan lahan yang dialami masyarakat perkotaan kini mendorong kreativitas dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun keluarga.
Upaya ini tidak hanya bertujuan menghemat biaya belanja kebutuhan dapur, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, serta kelestarian lingkungan sekitar.
Gerakan memanfaatkan pekarangan rumah tersebut telah dilakukan oleh Siti Chotimah, warga RT 03/RW 03 Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Area samping dan depan rumahnya dipenuhi pot-pot tanaman berbagai jenis sayuran dan tanaman herbal.
Beragam tanaman tumbuh subur di pekarangan rumah Siti, mulai dari cabai, kangkung, terong, tomat, hingga empon-empon. Penataan tanaman dilakukan secara sederhana namun rapi, sehingga pekarangan tampak hijau dan menyejukkan mata.
“Kreativitas memang dibutuhkan. Kalau tidak punya pot, bisa memanfaatkan botol bekas air mineral. Dengan menanam sayuran, buah, dan tanaman lainnya di rumah bisa menyejukkan mata, mengurangi jejak karbon, meningkatkan kualitas udara, sekaligus memperindah lingkungan,” jelas Siti.
Menurutnya, meski luas pekarangan terbatas, tanaman tetap bisa tumbuh subur dengan perawatan sederhana. Salah satu caranya adalah memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti cangkang telur, yang digunakan sebagai nutrisi kalsium bagi tanaman.
Siti mengaku sudah beberapa kali memanen hasil kebunnya.
“Saya sudah berkali-kali panen cabai, meski tidak sampai berkilo-kilogram tapi cukup untuk mengisi dapur. Kangkung juga memetik sendiri, tomat baru saja saya panen. Ada cabai keriting merah, cabai hijau, dan lainnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi sumber pangan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Selain sayuran, tanaman empon-empon seperti jahe, serai, dan kunci juga bermanfaat sebagai obat herbal.
Menurutnya, memulai dari hal kecil dan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada merupakan langkah mudah namun berdampak besar bagi keluarga. (J05/A01)










