Ma’had Aly TBS Kudus Jadi Tempat Rukyatul Hilal Ramadhan 1445H

Uncategorized229 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Gedung Serba Guna (GSG) lantai 5, Ma’had Aly Tasywiqut Thullab Salafiyah (TBS) Kudus menjadi salah satu tempat pengamatan bulan muda atau rukyatul hilal dalam penentuan awal Ramadan 1445 hijriah.

Mahad Aly TBS menjadi tempat pengamatan oleh Kementerian Agama di antara sejumlah titik lokasi pengamatan di Jawa Tengah.

Rukyatul hilal telah berlangsung pada 10 Maret 2024 sore. Ada dua teleskop menghadap ke barat yang disediakan, untuk mengamati hilal.

Tampak, beberapa orang bergantian menyaksikan hilal. Mereka ingin mengetahui posisi hilal.

Pengamatan dilakukan dari pukul 16.00 WIB dan dilanjutkan setelah matahari terbenam yakni pukul 17.53 WIB dan selesai pada 17.57 WIB.

Ketua Lembaga Falakiah Nahdlatul Ulama Cabang Kudus, Azhar Latif Nasiran mengatakan, pihaknya melakukan pengamatan selama empat menit, posisinya di bawah setengah derajat atau 0,05 di atas ufuk dengan elongasi hanya 2 derajat.

“Hilal tak terlihat lantaran langit terhalang awan mendun,” terangnya.

Ketinggian hilal masih jauh dari kriteria baru yang ditetapkan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yaitu 3 derajat. Sayangnya, wilayah Kabupaten Kudus tertutup mendung sejak pagi hari tadi hingga sore.

Sekadar diketahui, Madrasah TBS di Kudus ini juga masyhur karena menjadi rujukan belajar ilmu falak atau astronomi dari berbagai penjuru.

Kini TBS mengelola pendidikan sejak usia dini sampai Mahad Aly atau jenjang pendidikan tinggi di lingkungan madrasah atau pesantren.

Di Mahad Aly TBS konsentrasi keilmuan yang dipelajari tidak lain adalah program takhasus ilmu falak.

Di antara tokoh ahli falak yang lahir dari TBS yakni KH Abdul Djalil Hamid, KH Turaichan Adjhuri, KH Noor Ahmad, dan KH Sirril Wafa yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Falakiyah PBNU. (J06/A01)

Komentar