Jurnalpantura.id, Jepara – Sekolah Bina Keluarga Lansia (BKL) Wijaya Kusuma Desa Lebuawu Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, menggelar prosesi wisuda yang istimewa pada Jumat, 8/11/2024.
Sebanyak 43 lansia, yang terdiri dari 29 perempuan dan 14 laki-laki, berhasil menyelesaikan pendidikan di sekolah lansia yang mengusung konsep pendidikan sepanjang hayat atau Long Life Education.
Acara yang berlangsung di Gedung Shima Jepara ini menjadi yang kedua kalinya diadakan di Jepara, setelah BKL Senja Lestari Desa Cepogo pada tahun 2023.
Wisuda ini mencuri perhatian karena biasanya acara serupa ditujukan bagi mahasiswa atau pelajar, namun kali ini diperuntukkan bagi para lansia yang telah mengikuti berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan.
Kepala Dinas P3AP2KB Jepara, Muh Ali, dalam laporannya menjelaskan bahwa wisuda ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat, yang dikenal dengan istilah SMART.
“Program Wisuda Lansia ini merupakan yang kedua kali di Jepara. Harapannya mereka akan lebih produktif, berkarya, dan bahagia. Kita mewisuda 43 lansia, yang telah melewati berbagai tahapan pembelajaran dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muh Ali.

Dengan adanya program ini, para lansia diharapkan dapat terus aktif dan berkontribusi di masyarakat meskipun telah memasuki usia senja.
Pj. Bupati Jepara H. Edy Supriyanta, yang diwakili oleh Sekda Edy Sujatmiko mengatakan, Sekolah Lansia merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para lansia, yang bertujuan untuk menjaga mereka tetap produktif dan mampu berkarya.
“Selamat kepada wisudawan/wisudawati, semoga ilmu yang telah dipelajari dapat diimplementasikan di keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sekda Edy Sujatmiko juga menambahkan bahwa program Sekolah Lansia berkontribusi dalam peningkatan angka harapan hidup masyarakat Jepara.
“Pada 2017, angka harapan hidup di Jepara sebesar 72 tahun per tahun, dan pada 2024 mengalami peningkatan menjadi 76 tahun per tahun,” katanya.
Peningkatan ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Jepara layak disebut sebagai Kabupaten Sehat, dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang terus digencarkan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Edy Sujatmiko juga menyerahkan penghargaan kepada wisudawan terbaik dan memberikan cindera mata kepada wisudawati tertua, Tumini Suyanti, yang berusia 79 tahun.
Dengan diadakannya sekolah lansia ini, diharapkan para lansia di Jepara tidak hanya bisa menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjaga kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk aspek emosional, intelektual, sosial, dan profesional. (J05/A01)










