Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus, meski termasuk salah satu wilayah terkecil di Jawa Tengah, menyimpan segudang daya tarik wisata yang tidak kalah menarik dibanding daerah lain.
Dikenal sebagai Kota Kretek, Kudus justru menjadi destinasi yang kaya akan pesona alam, budaya, religi, hingga sejarah yang unik dan mendunia.
Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Bimo Sekti Bagus Tohari, menyebutkan saat ini terdapat 30 desa yang telah resmi menjadi desa wisata berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kudus.
Selain itu, terdapat empat desa yang telah dikembangkan sebagai rintisan desa wisata yang potensial.
Tidak hanya itu, lebih dari 30 destinasi wisata di Kudus juga telah berizin dan terdaftar dalam Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional (Sisparnas).
Destinasi-destinasi tersebut menawarkan ragam daya tarik, mulai dari panorama alam, warisan budaya, hingga kearifan lokal yang kental di masyarakat.
“Kudus memiliki banyak sekali potensi wisata, baik yang dikelola oleh pemerintah kabupaten maupun swasta. Potensi yang perlu dipromosikan lebih gencar adalah desa wisata, karena menyimpan kekayaan budaya dan kuliner khas daerah,” ujar Bimo pada Sabtu, 12/7/2025.
Kudus juga memiliki keunggulan wisata religi yang tidak dimiliki daerah lain, yaitu Makam Sunan Kudus dan Makam Sunan Muria. Keduanya merupakan bagian dari Wali Songo, penyebar agama Islam terkemuka di Pulau Jawa.
Setiap tahun, ribuan peziarah dari berbagai daerah datang, terutama saat momen keagamaan seperti bulan Muharram atau Suro.
“Dua wisata religi ini menjadi daya tarik luar biasa. Tradisi penggantian luwur, atau kain penutup makam, menjadi salah satu agenda budaya yang menarik minat peziarah dan wisatawan,” tambah Bimo.
Ia menegaskan bahwa keberadaan situs religi tersebut sangat menguntungkan Kudus dari sisi kunjungan wisata.
Tak hanya religi dan desa wisata, Kudus juga memiliki tiga museum yang tak kalah ikonik, yakni Museum Kretek dan Museum Purbakala Patiayam yang dikelola pemerintah daerah, serta Museum Jenang yang dikelola swasta.
Ketiganya menyimpan sejarah khas Kudus yang tidak ditemui di daerah lain.
“Banyak sekali potensi wisata di Kudus yang perlu terus didorong agar lebih dikenal secara nasional dan internasional,” pungkas Bimo.
Disbudpar Kudus kini gencar mempromosikan destinasi-destinasi wisata tersebut agar menarik lebih banyak wisatawan.
Beberapa desa wisata unggulan di antaranya Desa Terban (Kecamatan Jekulo), Desa Menawan (Gebog), Desa Loram Kulon (Jati), Desa Dukuhwaringin (Dawe), dan Desa Wonosoco (Undaan).
Masing-masing memiliki karakteristik unik dari sisi budaya, alam, dan kuliner yang layak dijelajahi.










