Kirab Sedekah Bumi Getaspejaten Gaungkan Kerukunan Antarumat dan Kepedulian Lingkungan

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan peserta kirab sedekah bumi Desa Getaspejaten di hadapan tamu undangan berlangsung meriah, Minggu (17/5/2026). (Foto: JP)

Penampilan peserta kirab sedekah bumi Desa Getaspejaten di hadapan tamu undangan berlangsung meriah, Minggu (17/5/2026). (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Semangat menjaga kerukunan antarumat beragama dan kepedulian terhadap lingkungan digaungkan warga Desa Getaspejaten melalui kirab sedekah bumi tahun 2026 yang digelar pada Ahad 17 Mei 2026.

Tradisi tahunan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan masyarakat dari berbagai unsur di desa setempat.

Kegiatan kirab menjadi puncak rangkaian sedekah bumi yang sebelumnya diawali doa bersama di punden desa serta kenduri warga di balai desa. Warga tampak antusias mengikuti arak-arakan budaya yang berjalan menyusuri wilayah desa.

Kepala Desa Getaspejaten, Kusnadi, mengatakan tema yang diangkat tahun ini adalah “Rukun ing Agama Lestari ing Lingkungan lan Budaya Desa”.

Tema tersebut dipilih sebagai ajakan kepada masyarakat untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya lokal, dan peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat hidup rukun tanpa membedakan agama, sekaligus bersama-sama menjaga budaya dan lingkungan desa,” ujarnya.

Sebanyak 27 peserta ikut ambil bagian dalam kirab sedekah bumi tersebut. Peserta berasal dari lembaga pendidikan, kelompok warga, hingga perwakilan tiap RW yang menampilkan beragam kreasi budaya dan hasil bumi.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus Bersihkan Patung-patung Dewa

Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyiapkan penghargaan bagi peserta terbaik. Hadiah diberikan kepada juara satu, dua, dan tiga, serta penghargaan harapan bagi perwakilan RW yang berpartisipasi dalam kirab.

Kusnadi menjelaskan, pelaksanaan kegiatan sebagian besar dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Pemerintah desa memberikan dukungan berupa konsumsi dan makanan ringan bagi warga yang terlibat selama acara berlangsung.

Menurutnya, meski kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih, semangat gotong royong warga tetap tinggi dalam menyukseskan tradisi tahunan tersebut.

“Harapan kami seluruh warga Desa Getaspejaten tetap kompak, rukun, dan bersama-sama membangun desa agar semakin maju,” katanya.

Selain menjadi tradisi budaya, sedekah bumi juga diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

“Kami ingin masyarakat semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama,” pungkasnya. (J02/A01)

Berita Terkait

Giring Ganesha Jadi Fotografer Dadakan, Abadikan Penampilan Istri Kenakan Kebaya Kudus dan Caping Kalo
Caping Kalo Nyaris Punah, Kementerian Kebudayaan Siap Kawal Jadi WBTB
670 Penari Lajur Caping Kalo Ukir Rekor MURI Dunia, Budaya Kudus Makin Dikenal
Puluhan Pecahan Mustaka Masjid Kuno Ditemukan di Kudus, Diperkirakan Berusia 400 Tahun
Sandhivarta Patiayam Kembali Digelar, Pemkab Kudus Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah
Perbukitan Slumprit dan Situs Sudo Diusulkan Jadi Satu Kawasan Cagar Budaya Tingkat Jawa Tengah
Bidik MURI, Kudus Siapkan Atraksi Kolosal 477 Penari Lajur Caping Kalo di Perayaan Hari Jadi
Gedung Dekranasda dan BPP Gebog Selangkah Lagi Jadi Cagar Budaya Kudus
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:29 WIB

Giring Ganesha Jadi Fotografer Dadakan, Abadikan Penampilan Istri Kenakan Kebaya Kudus dan Caping Kalo

Sabtu, 26 September 2026 - 11:55 WIB

Caping Kalo Nyaris Punah, Kementerian Kebudayaan Siap Kawal Jadi WBTB

Sabtu, 26 September 2026 - 11:12 WIB

670 Penari Lajur Caping Kalo Ukir Rekor MURI Dunia, Budaya Kudus Makin Dikenal

Rabu, 16 September 2026 - 12:23 WIB

Puluhan Pecahan Mustaka Masjid Kuno Ditemukan di Kudus, Diperkirakan Berusia 400 Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Sandhivarta Patiayam Kembali Digelar, Pemkab Kudus Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah

Berita Terbaru