Jurnalpantura.id, Kudus – Perumda Tirta Muria Kudus menargetkan penambahan 1.650 Sambungan Rumah (SR) baru pada tahun 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target tahun sebelumnya yang mencapai 3.700 SR.
Direktur Utama Perumda Tirta Muria Kudus, Winarno, menjelaskan bahwa penurunan target dilakukan setelah melihat capaian tahun 2025 yang belum maksimal. Dari target tinggi tersebut, realisasi hanya mencapai sekitar 1.300 SR baru.
“Tahun 2025 kita pasang target tinggi tapi belum bisa maksimal, hanya tercapai 1.300-an SR baru. Tahun ini tidak setinggi kemarin, tapi tetap di atas capaian kemarin,” ujarnya, Kamis, 16/42026.
Untuk mencapai target tahun ini, berbagai strategi ditempuh, salah satunya melalui kerja sama dengan Program Sanitasi Aman yang digagas oleh Djarum Foundation. Program yang berjalan sejak 2025 ini telah berkontribusi pada penambahan SR di empat desa.
Rinciannya, Desa Kesambi sebanyak 45 rumah, Desa Mejobo 35 rumah, Desa Gribig 19 rumah, dan Desa Klaling sebanyak 4 rumah.
Program ini memberikan fasilitas biaya pemasangan awal yang ditanggung oleh Djarum Foundation, sementara biaya pemakaian bulanan tetap dibayar oleh masing-masing pelanggan.
Program Sanitasi Aman menyasar masyarakat menengah ke bawah dengan proses verifikasi ketat agar tepat sasaran. Meski demikian, tidak ada perbedaan tarif pemakaian air dibanding pelanggan reguler Perumda Tirta Muria Kudus.
“Kita bahkan mulai membuka jaringan baru di Desa Kesambi karena melihat potensi pengembangan ke wilayah lain,” tambahnya.
Ke depan, program ini akan diperluas ke enam desa, yakni Kesambi, Mejobo, Klumpit, Gribig, Pasuruhan Lor, dan Klaling.
Selain itu, Perumda juga menjajaki kerja sama dengan pihak swasta seperti PT Sukun dan PT Pura guna mendukung penambahan SR baru.
Saat ini, Perumda Tirta Muria Kudus memiliki 68 sumur, dengan satu sumur tidak dioperasikan karena kualitas air kurang baik, serta melayani sekitar 52.500 pelanggan SR. (J05/A01)










