Jurnalpantura.id, Kudus – Jembatan kayu yang dulunya menjadi jalur utama warga kini telah berubah menjadi jembatan beton yang kokoh berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2025 oleh Kodim 0722 Kudus.
Infrastruktur baru ini menjadi sarana penting bagi masyarakat Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog, untuk memperlancar aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Upacara penutupan TMMD Sengkuyung IV digelar di Lapangan Getasrabi, Kamis (6/11/2025), dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti, bersama jajaran Forkopimda Kudus.
Dalam kesempatan itu, Revlisianto menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel TNI dan pihak terkait yang telah menyelesaikan kegiatan TMMD dengan hasil nyata bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada Pak Dandim beserta jajaran yang sudah melaksanakan TMMD Sengkuyung Tahap IV ini. Hasilnya bisa dilihat langsung, sangat bermanfaat bagi warga,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan beton dan jalan penghubung tersebut sangat membantu mobilitas masyarakat, terutama anak-anak yang kini dapat menempuh perjalanan ke sekolah dengan lebih singkat. Ia juga menyampaikan masukan dari warga terkait kebutuhan penerangan di malam hari.
“Ada permintaan agar dipasang lampu penerangan di beberapa titik karena dianggap membahayakan anak-anak saat malam. Mungkin nanti bisa dicarikan solusi lewat CSR untuk dua titik lampu jalan,” imbuhnya.
Sementara itu, Dandim 0722 Kudus menjelaskan bahwa TMMD Sengkuyung ke-126 tahap ke-4 ini memfokuskan pembangunan pada dua sasaran utama, yakni perbaikan jalan dan pembangunan jembatan beton.
“Sebelumnya jembatan ini masih dari kayu dan cukup membahayakan jika dilalui warga. Sekarang sudah kami bangun dengan beton agar lebih aman dan kokoh. Anak-anak sekolah tidak perlu lagi memutar jauh, karena bisa langsung melintas lewat sini,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan infrastruktur tersebut tidak hanya memperlancar akses pendidikan, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi warga, termasuk petani yang kini lebih mudah membawa hasil panen.
“Jalan dan jembatan ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Selain pembangunan fisik, TMMD kali ini juga mencakup berbagai kegiatan non-fisik, seperti penyuluhan bela negara, pencegahan radikalisme dan terorisme, pencegahan stunting, penyuluhan narkoba, kesehatan dan keluarga berencana, pengembangan UMKM, pemberdayaan masyarakat, pertanian, desa tanggap bencana, hingga penyuluhan kamtibmas.
Dalam momen penutupan tersebut, turut diresmikan Tugu Budaya Pencak Silat sebagai simbol kerukunan antarperguruan silat di Kudus. Dandim berharap tugu tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persaudaraan dan menjauhkan diri dari konflik.
“Pesilat harus rendah hati, menjaga diri, dan menggunakan ilmu bela diri untuk membina fisik dan mental, bukan untuk mencari keributan. Semakin tinggi ilmunya, harus semakin andap asor,” pesan Dandim.
Penutupan TMMD ditandai dengan peresmian hasil pembangunan dan penandatanganan prasasti, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi jembatan beton bersama masyarakat. Infrastruktur yang kini berdiri kokoh itu menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga dalam membangun desa menuju kesejahteraan bersama.
Diketahui, Pelaksanaan TMMD Sengkuyung IV TA 2025 menggunakan total anggaran sebesar Rp759.486.300, yang bersumber dari APBD Provinsi Rp229.500.000 dan APBD Kabupaten Rp529.986.300. (J02/A01)










