GIAT FKUB PROVINSI JATENG TH 2017 DIRUMAH MAKAN ULAM SARI GETAS PEJATEN KUDUS

Uncategorized92 Dilihat

JURNALPANTURA.COM, Kudus.Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB )Provinsi Jawa Tengah dan eLSA(lembaga studi sosial dan agama) bekerja sama dengan Kesbangpolinmas Provinsi Jateng, mengadakan acara Fasilitasi Kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama,di RM Ulam Sari Ds Getaspejaten Kec Jati Kudus,Senin24/07/2017 pk 09.00-14.30.
Acara tersebut diikuti sekitar 50 orang dengan panitia penyelenggara Ceprudin SHI.MH (eLSA Jateng ) dengan moderator Munif Ibnu S.HI dan sebaga pembicara Ubadul adzkiya (dosen Unwahas dan pengelola yayasan abah Lutfi Center)dan Dr.Tedi Kholiludin (dosen pasca sarjana Unwahas). Dalam acara tersebut turut hadiri Prayitna Suyatma SH (Kasubid ketahananan seni dan budaya, agama dan kemasyarakatan kesbangpolinmas Prof Jateng),Yayan M.Royani SHI.MH(direktur eLSA Semarang),Perwakilan anggota Kesbangpolinmas,FKUB,Perwakilan Ormas,Perwakilan mahasiswa Kudus/Semarang dan perwakilan sedulur sikep kab Kudus.
Dalam materinya Ubadul adzkiya menjelaskan secara detail dan gamblang tentang beberapa hal : Siapapun bisa menyalahkan tentang pemerintahan yang ada,Karena bebasnya penggunaan media maupun informatika namun kita harus memakai aturan yang ada sesuai dengan peraturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah.Masuknya radikalisme adalah terutama dari media elektonik sehingga kita harus cermat dan jeli tentang hal tersebut.Kita sebagai masyarakat harus dapat memanfaatkan media elektonik yang ada seperti kejadian terorisme karena berdasarkan temuan atau penelitian hal tersebut kadang di anggap rekayasa yang di manfaatkan oleh orang tertentu maka kita tetap waspada.Berdasarkan analisa bahwa pancasila sekarang sudah tidak relevan di indonesia maka banyak tawaran radikalisme ke para pemuda ,pelajar yang sudah masuk tervirus hal tersebut sekitar 84 persen .Sebagai generasi muda kita perlu mengecek kepastian berita tentang radikalisme dan melihat positif dan negatifnya agar medsos dapat bermanfaat bagi kita semua.Manfaatkan hal positif dalam mengelola atau mengekspose medsos agar kita tidak terpengaruh dengan hal hal yang mengarah negatif.Medsos bisa bermanfaat bagi kita semua apabila di pergunakan hal positif dari pada memuat hal yang negatif.Pencegahan terhadap radikal terutama pada keluarga kita ,lingkugan masyarakat ,sekolah dan media , organisasi keagamaan ,mahasiswa karena sasaran radikal tidak memandang siapa saja.Kita harus bisa menangkal media yang berbau radikalisme
upaya penegakan hukum adalah salah satu penangkal radikalisme yang harus di lakukan pemerintah.Prinsip yang harus di pegang dalam menangkal radikalisme adalah kita harus punya keinginnan untuk belajar, prinsip mendengar,prinsip kejujuran menghilangkan prasangka buruk ,rasa saling percaya antar kelompok,cinta kedamaian.Salah satu langkah dalam menangkal radikalisme adalah memblokir Website namun semua itu perlu adanya konfirmasi terlebih dahulu dari berbagai kalangan.
Dr.Tedi Kholiludin (dosen pasca sarjana Unwahas) sebagai pembicara ke dua juga menerangkan secara lugas :Bagaimana kita menghindari radikalisme salah satunya adalah memberikan informasi yang penting dan bekerja sama dengan aparat terkait.Kita tidak mungkin bisa menangkal atau menolak radikal melalui medsos tapi kita mencoba beradaftasi dalam pemanfaatan medsos yang ada agar terhindar dari pengaruh.Bagaimana hubungan umat kristen dengan negara karena negara ini sudah di kuasai oleh roh jahat .Mengapa banyak warga Indonesia yang menjadi anggota teroris karena salah satu motifasinya adalah ekonomi,keagamaan dan yang paling penting ekonomi sebagai pemicunya.Terjadinya konflik yang mengatas namakan agama di sinyalir ada muatan muatan tertentu demi kepentingan pribadi atau kelompok.Perspektif alternatif sebagai salah satu gerakan strategi namun semua itu belum tentu pas maka kita harus menghitung terlebih dahulu kekuatan negara kita .Bahwa negara di bangun oleh para sarjana sehingga kita jangan mengesampingkan para sarjana demi kelangsungan pemerintahan.Negara Indonesia lahir tidak begitu saja namun melalui proses dan perjuangan yang panjang sehingga kita sebagai generasi penerus harus siap mempertahankan dan mengisi sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.(J02/ER01)

Komentar