Jurnalpantura.id, Kudus – Fenomena gerhana Bulan total sempat menghiasi langit Kabupaten Kudus pada Selasa, 3/3/2026. Warga berkesempatan menyaksikan fase puncak gerhana selama kurang lebih 59 menit meski sempat tertutup mendung.
Momen langka tersebut menjadi perhatian masyarakat yang antusias memantau perubahan warna Bulan sejak petang hari.
Kegiatan pemantauan digelar di Gedung Serbaguna TBS lantai V dengan melibatkan sejumlah pihak, antara lain Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Kudus, Kementerian Agama Kabupaten Kudus, para santri Ma’had Aly TBS, serta tamu undangan lainnya.
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang observasi ilmiah, tetapi juga sarana edukasi bagi peserta yang hadir.
Sejak sore, peserta mulai memadati lokasi untuk mengikuti proses pengamatan. Mereka bergantian mengamati Bulan secara langsung maupun menggunakan teleskop yang telah disediakan panitia.
Antusiasme semakin terlihat ketika warna kemerahan mulai tampak perlahan di permukaan Bulan.
Pada pukul 18.17 WIB, gerhana Bulan total sudah dapat diamati tanpa alat bantu. Sebagian permukaan Bulan tampak berwarna merah darah, meski sesekali tertutup awan tipis yang melintas.
Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat momen pengamatan berlangsung terbatas. Awan mendung beberapa kali menutupi pandangan, sehingga peserta harus bersabar menunggu langit kembali cerah untuk dapat menyaksikan fase totalitas secara maksimal.
Untuk mengantisipasi kendala cuaca, panitia menyiapkan teleskop yang terhubung dengan aplikasi di laptop.
Melalui layar tersebut, peserta tetap dapat menyaksikan proses gerhana secara real-time dengan tampilan lebih jelas, termasuk rona merah yang menyelimuti Bulan saat memasuki puncak gerhana.
Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Kudus, Azhar Latif Nashiran, menjelaskan bahwa secara nasional gerhana Bulan total dapat dipantau sejak pukul 16.50 WIB hingga 22.17 WIB.
“Di Kudus sendiri, fenomena mulai terlihat sekitar 17.53 WIB, dengan fase totalitas dimulai pukul 18.04 WIB dan berlangsung selama 59 menit. Gerhana masih dapat disaksikan hingga sekitar pukul 20.17 WIB,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerhana Bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus dengan posisi Bumi di tengah, sehingga cahaya Matahari yang menuju Bulan terhalang dan mengalami pembiasan di atmosfer yang menghasilkan warna merah. (J05/A01)










