Fenomena 1.500 Anak Tidak Sekolah di Kudus, Pemdes Diminta Segera Turun Tangan

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famni Dwi Arfana. (Foto: J05)

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famni Dwi Arfana. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Fenomena anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Kudus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sekitar 1.500 anak tercatat masuk dalam data ATS dan saat ini masih dalam proses verifikasi untuk memastikan kondisi serta keberadaan mereka di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Kudus menilai penanganan ATS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa. Intervensi secara bersama dan berkelanjutan dinilai penting agar anak-anak yang belum atau tidak lagi bersekolah dapat kembali memperoleh hak pendidikan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famni Dwi Arfana, mengatakan pemerintah desa memiliki peran penting dalam tahap awal penanganan ATS. Langkah tersebut dapat dimulai dengan melakukan identifikasi serta pendataan anak di masing-masing wilayah.

“Yang pertama identifikasi. Jadi teman-teman di desa itu nanti kan paling tidak menginventarisir di wilayahnya, ada berapa sih anak sekolah, ada berapa sih anak yang putus sekolah, minimal itu,” ujar Famni, Jumat, 11/9/2026.

Menurut Famni, proses pendataan perlu dilakukan hingga tingkat kewilayahan terkecil. Pemerintah desa dapat melibatkan kepala dusun, RT, dan RW karena mereka dinilai lebih memahami kondisi masyarakat serta persoalan yang terjadi di lingkungannya.

Baca Juga :  Perayaan HUT TNI, Persit KCK Kodim Demak Anjangsana ke Warakawuri

“Jadi, yang kepanjangan tangan dari pemerintah desa itu nanti RT-RW yang kemudian turunnya ke wilayah, mereka yang paling paham. Kalau pemerintah desa kan sifatnya nanti meng-collect dari semua data,” jelasnya.

Data yang terkumpul nantinya tidak hanya digunakan untuk mengetahui jumlah anak yang tidak sekolah. Pemerintah desa juga perlu menggali penyebab mereka tidak melanjutkan pendidikan, sehingga bentuk penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan persoalan masing-masing anak.

Famni menjelaskan, faktor penyebab ATS cukup beragam. Persoalan ekonomi, kondisi keluarga, lingkungan sosial, hingga rendahnya kemauan anak untuk bersekolah dapat menjadi pemicu. Karena itu, pendekatan yang diberikan tidak bisa disamaratakan.

Apabila faktor utamanya adalah keterbatasan ekonomi, pemerintah desa dapat membantu mengusulkan anak memperoleh berbagai dukungan pendidikan dari pemerintah, termasuk melalui Program Indonesia Pintar (PIP) maupun bantuan pendidikan lainnya.

“Ya diusulkan dari apakah itu KIP ataupun program dari pemerintah kalau itu karena ekonomi,” katanya.

Apabila anak sebenarnya berasal dari keluarga yang mampu tetapi tidak bersekolah karena faktor kemauan, pemerintah desa perlu melakukan pendekatan yang berbeda, yakni melalui keluarga dan lingkungan sekitar. (J05/A01)

Berita Terkait

Kudus Mulai Terapkan Sistem Bansos Berbasis AI, Data Penerima Disisir Lebih Akurat
Bantu Warga di Tengah Ekonomi Sulit, Lindu Aji Kudus Bagikan 300 Paket Sembako
Kodim 0722 Kudus Kirim 5.000 Liter Air Bersih untuk 1.091 Warga Glagahwaru
Jaleca Sancaya Sediakan 500 Paket Sembako Murah, Warga Cukup Tebus Rp 47.700
RSU Kumala Siwi Serahkan Ambulans ke Desa Banget, Warga Bisa Manfaatkan 24 Jam dan Gratis
PERSADAKU Distribusikan Air Bersih ke Sejumlah Desa Terdampak Kekeringan di Kudus
Kado HUT ke-477 Kudus, 164 Warga Terima Rumah Layak Huni dari Djarum dan Polytron 
Lewat Charity Match, Sang Surya FC dan Lazismu Kudus Galang Bantuan untuk Warga
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Kudus Mulai Terapkan Sistem Bansos Berbasis AI, Data Penerima Disisir Lebih Akurat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Bantu Warga di Tengah Ekonomi Sulit, Lindu Aji Kudus Bagikan 300 Paket Sembako

Selasa, 29 September 2026 - 18:43 WIB

Kodim 0722 Kudus Kirim 5.000 Liter Air Bersih untuk 1.091 Warga Glagahwaru

Minggu, 27 September 2026 - 11:11 WIB

Jaleca Sancaya Sediakan 500 Paket Sembako Murah, Warga Cukup Tebus Rp 47.700

Selasa, 22 September 2026 - 14:10 WIB

RSU Kumala Siwi Serahkan Ambulans ke Desa Banget, Warga Bisa Manfaatkan 24 Jam dan Gratis

Berita Terbaru