Jurnalpantura.id, Kudus – Satu calon jemaah haji asal Kabupaten Kudus, Abdul Mun’im, dipulangkan pada Rabu, 6 Mei 2026, setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan untuk melanjutkan perjalanan ibadah haji.
Jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 43 tersebut harus kembali ke daerah asal karena menderita sakit yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh.
Dengan kepulangan Abdul Mun’im, total calon jemaah haji asal Kudus yang gagal berangkat pada tahun ini menjadi dua orang. Sebelumnya, satu jemaah lain bernama Suginah juga dinyatakan tidak lolos pemeriksaan kesehatan di embarkasi.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, Masruroh, membenarkan adanya tambahan jemaah yang dipulangkan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kondisi kesehatan menjadi faktor utama gagalnya keberangkatan para jemaah.
“Iya yang dipulangkan menjadi dua karena sakit, setelah dicek di embarkasi tidak lolos. Kami nanti laporan juga ke Pak Bupati mengenai hal ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 6/5/2026.
Sebelumnya, Suginah dinyatakan tidak memenuhi syarat istita’ah setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Ia diketahui menderita gagal ginjal stadium 5, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh, termasuk penerbangan internasional.
Sementara itu, Subkoordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Aniq Fuad, menyampaikan bahwa proses pemulangan kedua jemaah tersebut telah selesai dilakukan. Keduanya kini telah kembali ke Kudus dalam kondisi terpantau.
“Sudah selesai, keduanya dipulangkan sendiri-sendiri, sudah di Kudus semua, dipulangkan tadi malam,” jelasnya.
Aniq menambahkan, Abdul Mun’im sempat menjalani pemeriksaan laboratorium di RSUD dr Moewardi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa yang bersangkutan mengalami kondisi kesehatan yang tidak memenuhi ketentuan untuk penerbangan internasional.
Akibat kondisi tersebut, Abdul Mun’im tidak dapat melanjutkan perjalanan ibadah haji ke Tanah Suci. Hal ini sesuai dengan aturan kesehatan penerbangan internasional yang mengutamakan keselamatan penumpang.
Sementara itu, satu jemaah lain, Faiz Daironi, yang sebelumnya dirujuk ke rumah sakit karena mengalami sesak napas, kini telah kembali ke asrama.
Jemaah yang tergabung dalam kloter 41 tersebut masih menunggu kemungkinan keberangkatan jika terdapat kursi kosong pada kloter berikutnya. (J05/A01)










