Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan mendorong Provinsi Jawa Tengah menjadi pilot project dalam penguatan menu ikan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara merata.
Dalam skema yang tengah disusun, menu berbasis ikan ditargetkan dapat disajikan minimal dua kali dalam sepekan. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan asupan protein hewani, terutama bagi anak-anak.
Di tingkat daerah, Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kudus menyatakan kesiapan untuk mendukung kebijakan tersebut apabila telah resmi diterapkan.
Upaya penguatan menu ikan dinilai sejalan dengan kebutuhan peningkatan konsumsi protein hewani yang tidak hanya bergizi tinggi, tetapi juga relatif terjangkau bagi masyarakat luas.
Asisten Lapangan SPPG Wonosoco, Rani Budiarti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai menginisiasi penyajian menu ikan meskipun belum ada arahan resmi dari pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan dini.
Dalam pekan ini, SPPG Wonosoco telah menyediakan dua jenis menu ikan, yakni ikan dori dan ikan lele.
“Kita usahakan menu ikan itu dua minggu sekali. Skema ini sudah mulai kami coba jalankan sejak bulan lalu,” ujar Rani.
Menurutnya, ikan dipilih karena memiliki kandungan gizi tinggi, terutama protein dan asam lemak omega, namun tetap memiliki harga yang relatif terjangkau dibandingkan sumber protein lainnya.
“Selain itu, menu ikan juga memberikan variasi agar anak-anak tidak merasa bosan,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan oleh Pengelola SPPG Bhayangkari Kramat, Adrian. Ia menyebut inovasi pengolahan ikan terus dilakukan agar lebih menarik, seperti diolah menjadi katsu atau crispy, tidak hanya digoreng biasa.
“Menu ikan ini untuk selingan daging biar tidak bosan, kemarin ada udang, cumi, kakap,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus yang juga tergabung dalam Satgas MBG, Eko Djumartono, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan bahan baku ikan di Kudus cukup melimpah, sehingga program ini dinilai realistis untuk diterapkan dan berpotensi meningkatkan kecerdasan anak melalui asupan gizi yang lebih baik.
“Ketika nanti ada surat resmi, kami akan segera sikapi. Kami akan kumpulkan koordinator SPPG dan OPD terkait, termasuk memastikan menu yang ditawarkan tiap bulan untuk lebih banyak ikan,” terangnya.
Menurutnya, bahan baku ikan di Kabupaten Kudus mudah didapat. Sehingga, jika program itu diterapkan, SPPG di Kudus tidak kesulitan menemukan bahan bakunya.
“Ikan memiliki banyak kandungan omega yang bisa membuat anak-anak jadi lebih cerdas. Jadi kami sangat mendukung jika memang wacana program tersebut resmi diadakan,” ucapnya. (J05/A01)










