Diresmikan Tahun 1987 Oleh Gubernur Jawa Tengah, Tugu Identitas Mungkinkah Berakhir Di 2019

- Jurnalis

Rabu, 25 Desember 2019 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tugu Identitas diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ismail (Foto:Aik)

Tugu Identitas diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ismail (Foto:Aik)

Jurnalpantura.id, Kudus – Bertahun-tahun sepi pengunjung, pemanfaatan Tugu Identitas sebagai objek wisata akan dievaluasi.

Wahyu Heriyanti, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus mengatakan jika akhir tahun ini pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap objek wisata itu.

“Dari dampaknya ke masyarakat, pemeliharaan hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan nanti akan kita kaji,” ujarnya saat ditemui awak media.

Tugu identitas merupakan monumen perjuangan rakyat yang berada di Desa Getas Pejaten atau samping Hipermart / Kudus Extension Mall (Foto:Aik)

Hasil kajian inilah yang nantinya akan menentukan kelangsungan objek wisata Tugu Identitas. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi, pertama Tugu Identitas akan tetap menjadi objek wisata dengan adanya sejumlah perbaikan guna memaksimalkan potensinya.

Atau kemungkinan keduanya, yakni penutupan wisata Tugu Identitas. Dengan kata lain, tugu yang dibangun tahun 1986 lalu itu sepenuhnya akan dijadikan monumen. Sehingga masyarakat tidak dapat berkunjung ataupun naik ke puncaknya.

Baca Juga :  Kunjungan Wisata Kudus Merosot di 2025, Disbudpar Siapkan Langkah Pemulihan

“Ini bangunan sejarah bagi masyarat Kudus. Makanya kita perlu lakukan pengkajian lebih lanjut untuk kelangsungannya,” kata Wahyu.

Diungkapkan dia, selama ini PAD yang dihasilkan dari Tugu Identitas tidak banyak. Yakni kisaran Rp. 2 juta saja pertahun. Hal ini sesuai dengan tingkat kunjungan ke tempat teraebut yang kian menipis setiap tahunnya.

Tidak adanya lahan parkir madiri dan menyatu dengan Kudus Extantion Mall, masih digunakannya ratusan anak tangga manual untuk naik ke atas dan sejumlah kerusakan pada bangunan yang menjadi ikon Kota Kudus itu diduga sebagai faktor penyebab pengunjung harus berpikir dua kali. Jika ingin mengunjungi lokasi wisata yang terletak di Jalan Mayor Basuno tersebut. (J02/A01)

Berita Terkait

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan
Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour
Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah
Bukan Wisata Syariah, Kudus Mantapkan Konsep “Muslim Friendly” Sambut Pariwisata 2027
Dinilai Tak Terurus, Disbudpar Kudus Berencana Pulangkan Joglo Pencu dari Maerokoco
Investor Siap Kelola Sebagian Kawasan Museum Kretek Kudus, PKL Akan Ditata
Pemkab Kudus Kaji Ulang Sewa Museum Kretek, Hanya Sejumlah Wahana Dibuka untuk Investor
Gantikan Taman Ria Colo, D’tjolo Eco Park Padukan Taman Bunga, Wahana, dan Area Camping
Berita ini 206 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan

Selasa, 29 September 2026 - 18:06 WIB

Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour

Senin, 28 September 2026 - 13:51 WIB

Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WIB

Bukan Wisata Syariah, Kudus Mantapkan Konsep “Muslim Friendly” Sambut Pariwisata 2027

Rabu, 23 September 2026 - 14:22 WIB

Dinilai Tak Terurus, Disbudpar Kudus Berencana Pulangkan Joglo Pencu dari Maerokoco

Berita Terbaru