Jurnalpantura.id, Kudus – Bertahun-tahun sepi pengunjung, pemanfaatan Tugu Identitas sebagai objek wisata akan dievaluasi.
Wahyu Heriyanti, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus mengatakan jika akhir tahun ini pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap objek wisata itu.
“Dari dampaknya ke masyarakat, pemeliharaan hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan nanti akan kita kaji,” ujarnya saat ditemui awak media.

Hasil kajian inilah yang nantinya akan menentukan kelangsungan objek wisata Tugu Identitas. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi, pertama Tugu Identitas akan tetap menjadi objek wisata dengan adanya sejumlah perbaikan guna memaksimalkan potensinya.
Atau kemungkinan keduanya, yakni penutupan wisata Tugu Identitas. Dengan kata lain, tugu yang dibangun tahun 1986 lalu itu sepenuhnya akan dijadikan monumen. Sehingga masyarakat tidak dapat berkunjung ataupun naik ke puncaknya.
“Ini bangunan sejarah bagi masyarat Kudus. Makanya kita perlu lakukan pengkajian lebih lanjut untuk kelangsungannya,” kata Wahyu.
Diungkapkan dia, selama ini PAD yang dihasilkan dari Tugu Identitas tidak banyak. Yakni kisaran Rp. 2 juta saja pertahun. Hal ini sesuai dengan tingkat kunjungan ke tempat teraebut yang kian menipis setiap tahunnya.
Tidak adanya lahan parkir madiri dan menyatu dengan Kudus Extantion Mall, masih digunakannya ratusan anak tangga manual untuk naik ke atas dan sejumlah kerusakan pada bangunan yang menjadi ikon Kota Kudus itu diduga sebagai faktor penyebab pengunjung harus berpikir dua kali. Jika ingin mengunjungi lokasi wisata yang terletak di Jalan Mayor Basuno tersebut. (J02/A01)










