Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus menemukan masih ada sejumlah keluarga yang tinggal di “Kampung Sosial” dan menyekolahkan anaknya di SD 5 Hadipolo, Kecamatan Jekulo, yang belum menerima berbagai program bantuan sosial dari pemerintah.
Temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan pendataan terhadap keluarga para siswa.
Bantuan yang belum diterima meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, hingga Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar hak-hak dasar keluarga yang memenuhi syarat dapat segera dipenuhi.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno, mengungkapkan, dari total 29 siswa yang bersekolah di SD 5 Hadipolo masih terdapat beberapa keluarga yang belum memperoleh bantuan tersebut.
“Memang ada yang belum mendapat bantuan. Dari 29 siswa yang bersekolah di SD 5 Hadipolo, yang belum dapat bantuan PKH ada enam keluarga, bantuan sembako ada tujuh KK, yang PBI belum dapat ada sembilan,” ujar Putut Winarno, Senin, 20/7/2026.
Ia menjelaskan, sebagian keluarga yang belum menerima bantuan tercatat berada pada kelompok desil di atas empat sehingga belum masuk dalam kategori sasaran penerima bantuan dari pemerintah pusat.
Selain itu, terdapat dua keluarga yang belum berhasil ditemukan karena diduga telah berpindah tempat tinggal.
“Desil di atas empat ada enam KK, yang lainnya di desil satu sampai empat. Yang dua belum diketemukan karena mungkin pindah-pindah,” katanya.
Menurut Putut, keluarga yang masih berada pada desil di atas empat akan diusulkan untuk dilakukan penyesuaian data apabila hasil verifikasi menunjukkan layak menerima bantuan.
Sementara itu, warga yang belum terdaftar sebagai PBI BPJS Kesehatan juga akan segera diusulkan setelah melalui proses verifikasi.
“Seperti kemarin yang saya bilang, yang belum dapat bantuan akan diusulkan, tetapi ada verifikasi dulu, terutama yang BPJS Kesehatan. Kan banyak yang tidak terima bantuan, dari keluarga ya mungkin sisi ekonomi kurang,” jelasnya.
Selain memastikan akses terhadap bantuan sosial, Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus juga akan memberikan pendampingan kepada keluarga para siswa.
Pendampingan melibatkan berbagai bidang di lingkungan dinas, mulai dari bidang sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), hingga Keluarga Berencana (KB), agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.
Berdasarkan hasil pendataan, sebagian besar orang tua siswa memiliki tingkat pendidikan yang rendah, mulai dari hanya lulus sekolah dasar hingga tidak menyelesaikan pendidikan dasar.
Mayoritas kepala keluarga juga bekerja sebagai buruh dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp2 juta per bulan, yang berasal dari penghasilan ayah sekitar Rp1 juta dan ibu sekitar Rp1 juta.
Karena itu, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan anak-anak tetap bersekolah dan memperoleh pendampingan keluarga secara berkelanjutan.
“Kami akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan biar bisa tetap sekolah terus dan tidak terganggu sekolahnya. Dari tingkat pendidikan orangtua juga memengaruhi, jadi butuh pendampingan keluarga,” pungkas Putut. (J05/A01)










