Jurnalpantura.id, Kudus – Taman Krida Wisata Kudus kembali mendapat sentuhan baru dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Kawasan wisata yang selama ini belum mampu menarik banyak pengunjung itu kini disiapkan untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dengan konsep rekreasi keluarga di tengah kota.
Langkah tersebut menjadi upaya terbaru Pemkab Kudus untuk menghidupkan kembali Taman Krida. Kali ini, pemerintah memilih menggandeng investor lokal untuk mengelola dan menata kawasan tersebut.
Taman Krida yang berada di Jalan GOR Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, sebenarnya memiliki lokasi yang cukup strategis.
Kawasan itu berada tidak jauh dari Stadion Wergu Wetan, GOR Bung Karno, serta Balai Jagong yang selama ini menjadi titik aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Abdul Halil mengatakan, kerja sama dengan pihak ketiga diharapkan mampu membuat Taman Krida lebih produktif.
Selain menjadi tempat rekreasi masyarakat, pengelolaan baru tersebut juga ditargetkan memberikan tambahan pendapatan asli daerah (PAD).
“Nanti akan jadi taman di tengah kota, kita poles sedikit dan disesuaikan dengan wahana permainan yang menarik,” ujar Halil, Rabu, 13/8/2026.
Dalam konsep barunya, Taman Krida akan tetap mempertahankan karakter sebagai kawasan hijau. Pepohonan yang telah ada akan dipertahankan sehingga pengunjung tetap dapat menikmati suasana rindang dan sejuk.
Di sisi lain, sejumlah wahana permainan ramah anak akan ditambahkan untuk meningkatkan daya tarik kawasan.
Salah satu wahana yang tengah dipertimbangkan adalah kereta api mini untuk anak-anak. Keberadaan wahana tersebut diharapkan dapat menjadikan Taman Krida sebagai pilihan rekreasi keluarga, khususnya bagi masyarakat yang ingin mencari hiburan tanpa harus keluar dari wilayah perkotaan.
Untuk merealisasikan rencana itu, Pemkab Kudus telah menjalin komunikasi dengan investor asal Kudus. Nilai kerja sama pengelolaan Taman Krida diperkirakan mencapai Rp 677 juta untuk masa sewa selama satu tahun.
Saat ini, kawasan tersebut masih dalam tahap penataan sehingga belum dibuka untuk masyarakat. Banner besar bertuliskan “Coming Soon Taman Tengah Kota” pun dipasang menutupi pintu masuk kawasan wisata tersebut.
“Saat ini sedang dilakukan penataan sehingga taman ditutup dulu dan belum beroperasi, kami masih komunikasi dengan investor untuk perkembangannya,” jelas Halil.
Pemkab Kudus menargetkan proses penataan dapat diselesaikan tahun ini. Pemerintah berharap perubahan konsep dan pengelolaan yang lebih profesional dapat mengubah citra Taman Krida yang sebelumnya identik dengan kawasan sepi menjadi destinasi wisata alternatif di pusat kota.
“Ini sebagai sarana hiburan masyarakat, jadi berwisata tak harus ke destinasi wisata jauh karena di pusat kota ada,” kata Halil.
Ia juga berharap kehadiran investor dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan kontribusi terhadap PAD sektor pariwisata Kudus. (J05/A01)










