Desil Bansos Tak Sesuai Riil? Begini Cara Warga Mengajukan Perubahan

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laman Cek Bansos milik Kementerian Sosial RI untuk mengecek data desil. (Foto: JP)

Laman Cek Bansos milik Kementerian Sosial RI untuk mengecek data desil. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Masyarakat yang merasa status desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) belum sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya tidak perlu pasrah. Warga dapat mengajukan pembaruan data apabila terdapat perbedaan antara kondisi riil keluarga dengan data yang tercatat pemerintah.

Desil menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial.

Data tersebut membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok, mulai dari Desil 1 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga Desil 10 yang merupakan kelompok paling sejahtera.

Kepala BPS Kudus, Eko Suharto menjelaskan, data desil dalam DTSEN tidak bersifat tetap. Pemutakhiran dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai sumber data, termasuk hasil pendataan dan verifikasi di lapangan.

Dengan demikian, kondisi sosial ekonomi warga yang mengalami perubahan dapat diperbarui.

“Pembaharuan Desil dilakukan update per tiga bulan, karena ada laporan pembaharuan data atau sanggahan. Apabila ada masyarakat yang mengajukan pembaharuan data terkait Desil tersebut, bisa dibantu oleh Dinas Sosial dan bisa dicek perubahan setelah tiga bulan dari pelaporan,” terang Eko.

Untuk mengetahui statusnya, masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui aplikasi maupun laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial. Selain itu, warga juga dapat meminta bantuan operator SIKS-NG di desa atau kelurahan untuk mengetahui data yang tercatat dalam DTSEN.

Baca Juga :  Djarum Foundation Sumbang APD Ke Pemkab Kudus Senilai Rp 1,5 Miliar

Eko menyebut, masyarakat juga perlu aktif menyampaikan apabila terjadi perubahan kondisi keluarga. Misalnya, perubahan pekerjaan, penghasilan, jumlah anggota keluarga, perpindahan tempat tinggal, ataupun kondisi lain yang dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan.

Sementara itu, Ketua Tim PKH Kudus Yazid Bustomi mengatakan, pengajuan perubahan desil cukup banyak dilakukan masyarakat.

Bahkan, warga yang datang ke Dinas Sosial rata-rata meminta agar status desilnya diturunkan karena menilai kondisi ekonomi saat ini lebih berat dibandingkan data yang tercatat.

Meski demikian, pengajuan penurunan desil tidak serta-merta membuat status warga langsung berubah.

“Ya, pastinya tetap disurvei untuk mencocokkan data yang dilaporkan dengan kondisi riil di rumahnya,” jelas Yazid.

Proses tersebut diperlukan agar perubahan data benar-benar berdasarkan kondisi sebenarnya, bukan sekadar pengajuan.

Warga yang merasa status desilnya belum menggambarkan kondisi ekonomi keluarga dapat menggunakan fitur Usul dan Sanggah pada aplikasi Cek Bansos atau datang langsung ke Dinas Sosial.

Setelah laporan diterima, data akan melalui proses verifikasi dan pemutakhiran sebelum perubahan dapat tercermin dalam DTSEN.

Dengan mekanisme tersebut, masyarakat diharapkan turut berperan menjaga akurasi data agar bantuan sosial dapat diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. (J05/A01)

Berita Terkait

Kudus Mulai Terapkan Sistem Bansos Berbasis AI, Data Penerima Disisir Lebih Akurat
Bantu Warga di Tengah Ekonomi Sulit, Lindu Aji Kudus Bagikan 300 Paket Sembako
Kodim 0722 Kudus Kirim 5.000 Liter Air Bersih untuk 1.091 Warga Glagahwaru
Jaleca Sancaya Sediakan 500 Paket Sembako Murah, Warga Cukup Tebus Rp 47.700
RSU Kumala Siwi Serahkan Ambulans ke Desa Banget, Warga Bisa Manfaatkan 24 Jam dan Gratis
PERSADAKU Distribusikan Air Bersih ke Sejumlah Desa Terdampak Kekeringan di Kudus
Kado HUT ke-477 Kudus, 164 Warga Terima Rumah Layak Huni dari Djarum dan Polytron 
Lewat Charity Match, Sang Surya FC dan Lazismu Kudus Galang Bantuan untuk Warga
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Kudus Mulai Terapkan Sistem Bansos Berbasis AI, Data Penerima Disisir Lebih Akurat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Bantu Warga di Tengah Ekonomi Sulit, Lindu Aji Kudus Bagikan 300 Paket Sembako

Selasa, 29 September 2026 - 18:43 WIB

Kodim 0722 Kudus Kirim 5.000 Liter Air Bersih untuk 1.091 Warga Glagahwaru

Minggu, 27 September 2026 - 11:11 WIB

Jaleca Sancaya Sediakan 500 Paket Sembako Murah, Warga Cukup Tebus Rp 47.700

Selasa, 22 September 2026 - 14:10 WIB

RSU Kumala Siwi Serahkan Ambulans ke Desa Banget, Warga Bisa Manfaatkan 24 Jam dan Gratis

Berita Terbaru