Jurnalpantura.id, Kudus – Gelaran Car Free Night (CFN) di Jalan dr. Ramelan, Kabupaten Kudus, kembali menunjukkan geliat ekonomi yang tinggi.
Sejak pertama kali digelar pada Agustus 2025, nilai transaksi para pedagang terus mengalami peningkatan signifikan.
Terbaru, pada pelaksanaan bulan Oktober 2025, perputaran uang bahkan tembus Rp 104,5 juta dari total 130 pedagang yang ikut serta.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus, Djati Solechah, menjelaskan bahwa perkembangan nilai transaksi ini menjadi bukti nyata bahwa CFN mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sektor UMKM.
Pada gelaran perdana bulan Agustus, transaksi tercatat sebesar Rp 59,4 juta dengan 78 pedagang. Angka ini hampir dua kali lipat pada Oktober, menunjukkan respon masyarakat yang semakin tinggi.
“Untuk CFN bulan November, dari total pedagang 113, omzet-nya Rp 79,685 juta,” tambahnya.
Kendati demikian, nilai transaksi pada penyelenggaraan bulan ketiga ini tak kalah fantastis.
Menurut Djati, fokus utama penyelenggara saat ini adalah meningkatkan kualitas acara sebelum mempertimbangkan penambahan jumlah pedagang.
“Kita tingkatkan dulu kualitasnya, terutama dengan penambahan cahaya agar pengunjung lebih nyaman. Setelah itu baru kita pikirkan penambahan peserta,” terangnya.
CFN yang digelar setiap Sabtu malam ini terbukti menjadi magnet bagi warga lokal maupun luar daerah. Antusias pengunjung tidak hanya memberi keuntungan bagi pedagang kuliner, tetapi juga bagi penjual aksesori, fashion, dan kerajinan.

“Banyak pedagang mengaku pemasukan mereka melonjak selama mengikuti CFN,” tuturnya.
Selain menjadi ruang publik yang meriah, CFN juga menjadi strategi pemerintah daerah untuk memperkuat UMKM Kudus.
Melalui konsep ruang tanpa kendaraan, kawasan ini memberikan kesempatan bagi pedagang untuk berinteraksi secara langsung dengan konsumen dalam suasana yang santai dan ramah keluarga.
Ke depan, Pemkab Kudus menargetkan CFN dapat digelar secara rutin setiap awal bulan. Dengan tren transaksi yang terus naik, bahkan sudah menembus angka Rp 100 juta.
“Kami optimistis CFN menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus destinasi malam favorit masyarakat,” tandasnya.
Untuk diketahui, car free night pertama kali digelar pada Agustus 2025 lalu dan diikuti oleh seratusan pedagang dari berbagai sektor, seperti kuliner, aksesoris, fashion, hingga hiburan.
Tak hanya dari Kudus, para pengunjung yang datang meramaikan CFN bahkan ada yang dari luar daerah. Ini tentunya menjadi perhatian Pemkab Kudus, untuk menata kembali CFN agar lebih meriah tanpa mengganggu akses warga sekitar.
Gelaran ini tak lain untuk mendongkrak usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya di Kabupaten Kudus. Car free night pun dinilai sukses menyedot antusias masyarakat pada waktu perdana penyelenggaraan.
Pada September lalu, car free night terpaksa ditiadakan karena pertimbangan kondusivitas. Ke depan, Pemkab menargetkan CFN bisa dilaksanakan rutin setiap awal bulan, tepatnya Sabtu malam, dengan lokasi berjajar di sepanjang Jalan dr. Ramelan. (J05/A01)










