Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyerahkan bantuan alat bantu berupa kursi roda kepada seorang anak penyandang disabilitas bernama Asyila di Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Selasa, 12/5/2026.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan fasilitas kesehatan dan sosial.
Asyila diketahui mengalami cerebral palsy, yakni gangguan pada otot, gerak, dan koordinasi tubuh akibat kerusakan otak. Kondisi tersebut telah dialaminya sejak lahir hingga kini menginjak usia delapan tahun.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, datang langsung ke kediaman Asyila untuk menyerahkan bantuan kursi roda.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Menurut Sam’ani, bantuan kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas Asyila dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, alat bantu tersebut juga diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar Asyila ketika nantinya mulai bersekolah.
Sam’ani juga meminta secara khusus kepada orang tua Asyila agar menyekolahkan putri keduanya itu ke Sekolah Luar Biasa (SLB). Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan fasilitas pendidikan melalui pendampingan dari Dinas Sosial P3AP2KB.
“Kita doakan adik Asyila tetap bisa sekolah. Nanti akan kami komunikasikan juga terkait pendidikannya, baik di SLB maupun sekolah lainnya,” ujar Sam’ani kepada awak media.
Terkait bantuan kursi roda, Sam’ani menjelaskan bahwa Pemkab Kudus telah mengalokasikan anggaran melalui APBD yang disalurkan lewat Dinas Sosial P3AP2KB.
Tahun ini, pemerintah menyiapkan total 79 unit kursi roda untuk para penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus. Rinciannya, sebanyak 12 unit kursi roda diperuntukkan bagi penyandang cerebral palsy, 12 unit kursi roda anak, dan 55 unit kursi roda dewasa.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu, ibu Asyila, Zulika (43), mengaku bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab Kudus. Ia berharap putrinya dapat memperoleh kesempatan pendidikan seperti anak-anak lainnya.
“Alhamdulillah, semoga bisa bermanfaat buat pergi sekolah juga. Selama ini kalau ke mana-mana masih digendong atau duduk di kursi biasa,” ungkapnya. (J05/A01)










