Jurnalpantura.id, Kudus — Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mendatangi rumah duka dua bersaudara yang menjadi korban penusukan di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota. Bupati Sam’ani melayat saat jenazah DV (39) dan DM (29) akan dimakamkan pada Senin, 15 September 2025 sore.
Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Bupati Sam’ani menyampaikan duka mendalam dan rasa prihatin mendalam kepada keluarga korban.
“Atas nama Pemkab Kudus, kami sangat prihatin. Jangan sampai peristiwa ini terulang kembali,” kata Bupati kepada awak media setelah melayat.
Pihaknya menyebut, peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk kembali menguatkan keamanan lingkungan.
Bupati mengajak masyarakat Kudus untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai salah satu upaya menjaga ketertiban di wilayahnya masing-masing.
Selain itu, Pemkab Kudus juga akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengintensifkan razia minuman keras di seluruh wilayah.
Hal ini dilakukan untuk mencegah kegaduhan yang dapat berujung pada tindak kriminal.
“Kita lakukan operasi-operasi agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” ujar Bupati.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, mengungkapkan bahwa tragedi ini bermula dari sakit hati dan dendam.
Berdasarkan keterangan saksi, sehari sebelum kejadian, korban gaduh bersama teman-temannya di depan rumah. Kegaduhan itu membuat terduga pelaku jengkel, terlebih saat itu anak terduga pelaku sedang sakit.
“Sehingga keesokan harinya pada tanggal 14 September 2025 sekitar pukul 18.30 WIB, terduga pelaku mendatangi rumah korban dan melakukan pembacokan dan penusukan,” terang Kapolres.
Saat ini, kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti. Identitas pelaku juga telah dikantongi pihak kepolisan dan terus memburu para terduga pelaku, yang diyakini berjumlah lebih dari satu orang. (J03/A01)










