Sakit Hati dan Dendam Diduga Jadi Motif Tragedi Penusukan Dua Bersaudara di Kudus

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo (tengah). (Foto: JP)

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo (tengah). (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus — Tragedi berdarah di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus berujung pada kematian dua bersaudara, DV (39) dan DM (29). Keduanya menjadi korban penusukan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terjadi pada Minggu, 14 September 2025 malam.

Menurut Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, korban DM dinyatakan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit pada Minggu malam.

Sementara DV, meninggal pada Senin, 15 September 2025 pagi setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RS ‘Aisyiyah Kudus karena luka tusukan di perut.

Pihak Polres Kudus telah mengantongi identitas terduga pelaku dan meyakini bahwa jumlah pelaku lebih dari satu orang.

“Dugaan pelaku saat ini kami yakini, berdasarkan alat bukti dan keterangan sejumlah saksi, lebih dari satu orang,” kata Kapolres pada Senin sore.

Berdasarkan bukti dan keterangan saksi, Kapolres Heru mengungkapkan bahwa motif di balik aksi brutal ini adalah sakit hati ke arah dendam kepada korban.

Kapolres menjelaskan, sehari sebelum kejadian, korban bersama teman-temannya membuat kegaduhan di depan rumah mereka.

Baca Juga :  Pelaku Pengroyokan Hingga Meninggal Remaja Loram Tertangkap

Hal ini membuat terduga pelaku yang rumahnya tidak jauh dari rumah koran, merasa jengel. Terlebih saat itu anak terduga pelaku sedang sakit.

Puncaknya, pada Minggu malam sekitar pukul 18.30 WIB, terduga pelaku mendatangi rumah korban dan melakukan penusukan.

“Terduga pelaku adalah tetangga, sedangkan korban merupakan kakak beradik,” terang Kapolres.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan dalam penusukan serta pakaian korban. Saat ini, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat Kudus, semoga kami bisa segera melakukan pengungkapan dan memberikan kepastian hukum terkait kejadian ini,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, AKBP Heru mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan aktif melapor ke polisi jika ada keluhan apa pun, baik melalui petugas di lapangan, kantor polisi terdekat, maupun layanan Lapor Pak Kapolres.

“Insyaallah semua keluhan masyarakat Kudus bisa kami tindaklanjuti dan mengantisipasi dampak kerugian yang ditimbulkan tidak semakin besar,” pungkasnya. (J03/A01)

Berita Terkait

Penjual Pentol Dikeroyok di Kawasan Menara Kudus, Tiga Pelaku Diamankan
Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi
Rumah Kosong Dibobol, Perhiasan Emas dan Uang Tunai Milik Warga Getaspejaten Raib
Parkir di Depan Gudang, Uang Rp208 Juta dan Laptop Warga Kudus Digondol Maling
Uang Kotak Amal Rp940 Ribu Diduga Dicuri, Dua Orang Diamankan di Rahtawu
Terekam Video, Maling Bertopeng Gasak Tiga Kotak Amal Masjid di Gebog
Pemkab dan YM3SK Satukan Langkah, Hari Jadi Kudus Bakal Bergeser ke 23 Agustus
Polsek Jati Cegah Tawuran Pelajar, 11 Remaja Diminta Bersujud di Kaki Orang Tua
Berita ini 292 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 22:49 WIB

Penjual Pentol Dikeroyok di Kawasan Menara Kudus, Tiga Pelaku Diamankan

Rabu, 23 September 2026 - 14:32 WIB

Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi

Minggu, 13 September 2026 - 22:52 WIB

Rumah Kosong Dibobol, Perhiasan Emas dan Uang Tunai Milik Warga Getaspejaten Raib

Selasa, 8 September 2026 - 17:21 WIB

Parkir di Depan Gudang, Uang Rp208 Juta dan Laptop Warga Kudus Digondol Maling

Minggu, 6 September 2026 - 12:32 WIB

Uang Kotak Amal Rp940 Ribu Diduga Dicuri, Dua Orang Diamankan di Rahtawu

Berita Terbaru