Home / BBM

Ngadu ke Pertamina, Driver di Kudus Keluhkan Penyalahgunaan Barcode Solar Subsidi

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi Kaukus dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus dan PT Pertamina, Kamis, 8/10/2026. (Foto: J05)

Audiensi Kaukus dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus dan PT Pertamina, Kamis, 8/10/2026. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Sejumlah driver di Kabupaten Kudus mengeluhkan dugaan penyalahgunaan barcode pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.

Penyalahgunaan tersebut dinilai merugikan pemilik barcode karena kuota pembelian mereka berkurang akibat digunakan oleh pihak lain.

Keluhan itu disampaikan dalam audiensi antara Kaukus Benteng Rakyat Kudus, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, dan PT Pertamina di Aula Dinas Perdagangan Kudus, Kamis, 8/10/2026. Persoalan barcode menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Mohammad Fitrianto, membenarkan adanya keluhan dari para driver terkait pembelian solar bersubsidi. Salah satunya menyangkut barcode yang bocor hingga digunakan pihak lain tanpa sepengetahuan pemilik.

“Terkait penggunaan barcode oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab, sehingga pemilik barcode sendiri merasa dirugikan karena kuotanya menjadi berkurang,” ujar Fitrianto

Menurut Fitrianto, para driver juga perlu meningkatkan kehati-hatian dalam menjaga barcode masing-masing. Ia menyarankan proses pembuatan maupun reaktivasi barcode dilakukan secara mandiri untuk mencegah data kepemilikan disalahgunakan.

“Karena kita tidak tahu menggunakan jasa pihak lain akan aman atau tidak. Bisa juga disebarkan ke yang lain. Sehingga dari Pertamina juga memfasilitasi nanti ada narahubung bisa membuatkan barcode itu,” ucapnya

Selain persoalan barcode, antrean panjang kendaraan di jalur pengisian solar SPBU juga menjadi perhatian para driver. Fitrianto menjelaskan, kondisi tersebut lebih disebabkan karakteristik kendaraan yang mayoritas berukuran besar sehingga membutuhkan ruang cukup luas saat mengantre.

“Tapi yang jelas, pelayanan sudah sesuai dengan SOP. Kami juga tegaskan bahwa kuota BBM di Kudus masih aman dan tidak ada kelangkaan. Hanya saja antrean itu ada karena dimensi truk panjang,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Kudus Putar Balik Akibat Kelangkaan Pertalite dan Pertamax di Sejumlah SPBU

Dinas Perdagangan Kudus memastikan pengawasan distribusi BBM bersubsidi akan terus dilakukan. Koordinasi dengan PT Pertamina dan Hiswana Migas juga akan diperkuat untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.

“Kalau ditemui hal yang kurang pas dengan SOP akan segera ditindaklanjuti. Kalau masuk ranah pidana bisa dilaporkan secara tertulis kepada pihak kepolisian,” tegas Fitrianto.

Sales Branch Manager PT Pertamina Fuel Semarang, Nur Fitriany, mengatakan Pertamina terbuka terhadap laporan masyarakat mengenai persoalan distribusi BBM di lapangan.

Pertamina juga menyediakan layanan pengaduan melalui call center 135 yang dapat digunakan pelanggan ketika menemukan kendala.

Nur menjelaskan, Pertamina dapat melakukan pemblokiran terhadap barcode yang diketahui tidak sesuai ketentuan. Di antaranya barcode dengan data kendaraan yang bermasalah, seperti nomor polisi ganda maupun nomor polisi yang tidak sesuai dengan kendaraan.

“Tadi memang kendalanya lebih ke barcode yang mereka pakai dipakai sama pihak lain, sehingga kita koordinasi dengan pemda terkait penindakan terhadap penyalahgunaan barcode, akan kami tindak tegas,” ucapnya.

Ia menambahkan, pembelian solar bersubsidi memang memiliki batas harian yang ditentukan pemerintah. Besaran kuota berbeda berdasarkan jenis kendaraan, mulai 60 liter, 80 liter, hingga 200 liter per hari.

Jika batas pembelian telah tercapai, transaksi berikutnya baru dapat dilakukan setelah jeda waktu tertentu.

“Jadi kalau pembelian sudah melebihi batas maka tidak akan bisa dipakai lagi, harus menunggu 24 jam. Maka dari itu keluhan barcode yang dipakai pihak lain, nanti akan langsung kita block. Supaya tidak merugikan para driver,” tandasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

180 SPBU di Jateng-DIY Disanksi, Pertamina Ungkap 40 Persen Berasal dari Laporan Warga
Nyaris Dua Bulan, Pertalite di SPBU Kalirejo Kudus Belum Bisa Dibeli
Pertamina Cabut Sanksi, SPBU Jenderal Sudirman Kudus Beroperasi Normal Lagi
Belum Lolos Tahap Audit, Operasional SPBU Jenderal Sudirman Kudus Dihentikan Sementara
Pertamina Targetkan Layanan Pertalite dan Pertamax di SPBU Kalirejo Kembali Normal Pekan Ini
Sudah Sepuluh Hari Lebih Tak Jual Pertalite dan Pertamax, Ini Penjelasan Pertamina soal SPBU Kalirejo
Layanan Pertalite dan Pertamax di SPBU Kalirejo Dihentikan Sementara, Disdag Kudus: Bukan Kelangkaan
Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite Turun per 1 Juli 2026
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Ngadu ke Pertamina, Driver di Kudus Keluhkan Penyalahgunaan Barcode Solar Subsidi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:39 WIB

180 SPBU di Jateng-DIY Disanksi, Pertamina Ungkap 40 Persen Berasal dari Laporan Warga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Nyaris Dua Bulan, Pertalite di SPBU Kalirejo Kudus Belum Bisa Dibeli

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Pertamina Cabut Sanksi, SPBU Jenderal Sudirman Kudus Beroperasi Normal Lagi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Belum Lolos Tahap Audit, Operasional SPBU Jenderal Sudirman Kudus Dihentikan Sementara

Berita Terbaru

Petugas kepolisian menggandeng terduga para pelaku kasus bentrokan antara kelompok penagih utang dan warga di Desa Jepang, Kudus. Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut. Foto: JP

Kriminalitas

Utang Rp 52 Juta Berujung Bentrokan, 24 Orang Diamankan di Kudus

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:05 WIB