Jurnalpantura.id, Kudus – Layanan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di SPBU Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, ditargetkan kembali beroperasi normal pada pekan ini setelah menjalani proses perbaikan selama kurang lebih dua pekan.
Penutupan sementara layanan untuk kedua jenis BBM tersebut dilakukan akibat adanya kendala teknis pada fasilitas SPBU. Selama proses maintenance berlangsung, pengisian Pertalite dan Pertamax dihentikan, sedangkan layanan pembelian solar telah kembali beroperasi sejak 22 Juli 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan proses perbaikan masih berlangsung. Menurutnya, penghentian sementara layanan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan keselamatan konsumen.
Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama selama proses maintenance. Oleh karena itu, Pertamina tidak mengizinkan pengisian BBM dilakukan sebelum seluruh sistem dipastikan aman untuk dioperasikan.
“Kita mengutamakan safety dulu. Referensi kejadian serupa pernah 2025 di Jogja kalau lagi maintenance dibuat ngisi konsumen malah bahaya buat konsumen,” ujar Taufiq dalam keterangan tertulis, Selasa, 28/7/2026.
Pertamina juga terus memantau perkembangan perbaikan yang dilakukan pihak pengelola SPBU. Berdasarkan estimasi sementara, proses maintenance diharapkan selesai dalam waktu dekat sehingga pelayanan Pertalite dan Pertamax dapat kembali dibuka pada pekan ini.
“Laporan terakhir saya belum dapat, tapi kalau diestimasi mudah-mudahan sudah beroperasi minggu ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus telah melakukan pengecekan langsung ke SPBU Kalirejo menyusul adanya laporan masyarakat yang kesulitan memperoleh Pertalite dan Pertamax selama beberapa hari terakhir.
Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sonhaji, menjelaskan bahwa penghentian layanan tersebut bukan disebabkan kelangkaan BBM.
Menurutnya, terdapat kendala teknis pada proses pengisian tangki BBM sehingga penjualan kedua jenis bahan bakar itu harus dihentikan sementara.
“Ini sudah kita koordinasikan (dengan Pertamina), ini sedang dalam pemeriksaan karena terdapat kesalahan dalam pengisian tangki. Jadi belum berani menjualnya,” jelas Sonhaji.
Ia pun memastikan stok BBM di Kabupaten Kudus tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga warga diimbau tidak panik maupun khawatir terkait ketersediaan bahan bakar. (J05/A01)










