Jurnalpantura.id, Kudus – Layanan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, hingga Kamis, 27/8/2026, masih belum dapat digunakan masyarakat.
Kondisi tersebut berlangsung hampir dua bulan setelah SPBU setempat menghentikan sementara penjualan Pertalite akibat adanya persoalan teknis.
Penutupan layanan Pertalite diketahui telah berlangsung sejak Juli 2026. Sementara itu, pelayanan untuk BBM jenis Pertamax dan solar di SPBU tersebut telah kembali berjalan normal sehingga masyarakat masih dapat melakukan pembelian kedua jenis BBM tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan pompa Pertalite di SPBU Kalirejo masih dalam tahap perbaikan. Karena itu, pelayanan untuk BBM bersubsidi tersebut belum mendapatkan izin untuk kembali beroperasi.
“Perbaikannya belum selesai. Kalau sudah selesai, SPBU akan mengajukan surat permohonan kepada kami, untuk dicek oleh Pertamina dulu kemudian baru bisa beroperasi,” kata Taufiq, Kamis, 27/8/2026.
Menurutnya, penghentian sementara layanan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan konsumen. Operasional pompa Pertalite tidak dapat dipaksakan sebelum persoalan teknis benar-benar dinyatakan selesai dan SPBU kembali memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
Taufiq menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap proses perbaikan yang dilakukan SPBU Kalirejo. Pertamina berharap pekerjaan tersebut dapat segera diselesaikan agar pelayanan pembelian Pertalite kepada masyarakat bisa kembali normal.
Terpisah, Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kudus, Sonhaji, membenarkan bahwa hingga saat ini SPBU Kalirejo masih berada dalam pembinaan Pertamina. SPBU tersebut belum diperbolehkan menjual Pertalite kepada konsumen.
Meski demikian, Sonhaji memastikan pelayanan BBM jenis Pertamax dan solar tetap berjalan seperti biasa. Kondisi stok BBM di SPBU Kalirejo juga disebut aman sehingga penghentian penjualan hanya berlaku untuk Pertalite dan tidak menunjukkan adanya kelangkaan BBM secara umum.
“Stok aman, tidak ada kelangkaan, hanya saja jenis Pertalite yang tidak boleh menjual,” jelas Sonhaji.
Sonhaji menjelaskan, persoalan bermula ketika terjadi kesalahan teknis dalam proses pengisian pada tangki Pertalite. BBM yang masuk ke dalam tangki tersebut justru merupakan Pertamax.
Atas kejadian itu, Pertamina meminta agar BBM yang berada di dalam tangki tidak dijual terlebih dahulu sembari dilakukan investigasi dan penanganan lebih lanjut demi mencegah risiko yang tidak diinginkan.
“Sampai saat ini memang masih dalam pembinaan Pertamina, belum diperbolehkan untuk menjual Pertalite akibat dari kejadian tersebut,” tandasnya.
Hingga proses perbaikan dan pemeriksaan dinyatakan selesai, masyarakat diimbau menggunakan layanan BBM lain yang masih tersedia di SPBU Kalirejo. (J05/A01)










